Site icon Nomor Satu Kaltim

Aksi Tutup Mulut Timnas Jerman Panen Hujatan, Inilah 6 Negara yang Dukung Ban Kapten Pelangi!

Timnas Jerman berpose menutup mulut di Khalifa International Stadium Qatar--Instagram/@dfb_team

Jakarta, nomorsatukaltim.com – Jelang laga kick off dengan Timnas Jepang, pada sesi foto terlihat Timnas Jerman berpose menutup mulut di Khalifa International Stadium, Qatar.

Aksi yang ditujukan oleh para pemain Timnas Jerman ini kemudian menjadi bahan olok-olokan nitizen dan dikaitkan dengan kekalahan mereka melawan Timnas Jepang.

Diberitakan sebelumnya, Timnas Samurai biru berhasil melibas Timnas Panzer dengan skor yang cukup tipis, 2-1 di Khalifa International Stadium, Qatar. Walaupun tertinggal terlebih dahulu, samurai berhasil membalikkan keadaan.

Sebelum laga, dan sesi foto Thomas Mueller dkk terlihat menutup mulut mereka dengan tangan saat difoto. Bahkan mulai dari kiper dan kapten Manuel Neuer hingga Kai Havertz sang penyerang, kompak menutup mulut mereka.

Salah satu akun twitter, @wiedha_kumiko mengatakan, Temanku marah n protes pas aku share ini meme sambil memberikan emoji tertawa nangis. Aku ya gimana ya….

Tiap Piala Dunia…Sema tim negara mana saja mau menang tau kalah pasti jadi meme n hujatan. biasalah sambal memebrikan emoji ketawa nangis.

“Sebelum pertandingan foto pose mulut dibungkam sbg protes atas dilarangnya ban kapten one love.

Eh, sehabis pertandingan dibungkam ama Jepang. (emoji tertawa),” tulis pemilik akun @iIhamzada.

Cuitan pemilik akun @iIhamzada mendapat banyak respon dari netizen.

Meme kekalahan Jerman pun berseliweran.
“Sebelum main tutup mulut sesudah main tutup muka,” tulis pemilik akun @azzanmbenk.

Sementara itu Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) kemudian memberikan penjelasan terkait pose tutup mulut para pemain Timnas Jerman di Piala Dunia 2022. Melalui akun instagram resmi DFB mengatakan, pose foto tutup mulut adalah bentuk protes terhadap pembungkaman di Piala Dunia 2022.

DFB turut membahas pelarangan memakai ban kapten pelangi ‘One Love’ di Qatar. “Kami ingin menggunakan ban kapten kami untuk mempertahankan nilai-nilai yang kami anut di tim nasional Jerman: keberagaman dan saling menghormati,” tulis keterangan DFB.

“Bersama dengan bangsa lain, kami ingin suara kami didengar. Ini bukan tentang membuat pernyataan politik – hak asasi manusia tidak dapat dinegosiasikan. Itu harus diterima begitu saja, tetapi tetap saja tidak demikian. Itulah mengapa pesan ini sangat penting bagi kami,” lanjut keterangan tersebut.

“Menolak kami memakai ban kapten sama dengan menolak kami bersuara. Kami berdiri dengan posisi kami,” tegas pernyataan tersebut.

Sementara melalui Twitter @DFB_Team_EN mengatakan, Ini bukan tentang membuat pernyataabn politik hak asasi mansia, tidak dapat dinegosiasikan. Itu harus diterima begitu saja, tetapi tetap saja tidak demikian. Itulah mengapa pesan ini sangat penting bagi kami.

Seperti diketahui, Piala Dunia 2022 Qatar penuh dengan kontroversi. Ban kapten pelangi Ban atau OneLove ini dianggap sebagai bentuk protes melawan diskriminasi terhadap komunitas LGBT.

Di sisi lain, dukungan terhadap kelompok minoritas LGBT dilarang keras di Qatar secara hukum.

Setidaknya ada tujuh negara yang kabarnya mendukung penggunaan ban kapten pelangi, berikut daftarnya: Inggris, Wales, Belgia, Belanda, Swiss, Jerman, dan Denmark. Namun negara-negara ini ditekan FIFA yang mengancam dengan akan memberikan kartu kuning untuk siapapun pemain yang menggunakan ban kapten pelangi.

Selain melarang ban kapten pelangi digunakan di Piala Dunia 2022, Qatar juga melarang suporter di stadion meminum bir seperti kebiasaan di Eropa.

Di samping itu, Qatar, selaku negara tuan rumah Piala Dunia 2022, juga sudah melarang berbagai hal tentang LGBTQ yang bertentangan dengan nilai dan budaya mereka. (*)

Reporter: Subroto Dwi Nugroho
Sumber : Disway.id

Exit mobile version