Politik

Putusan Tak Jelas, Syukri-Amin Masih Bebas

BALIKPAPAN, nomorsatukaltim.com – Syukri Wahid dan Amin Hidayat masih bebas dari sanksi. Sudah sepekan sejak dijadwalkan, hasil sidang Mahkamah Penegak Disiplin Organisasi (MPDO) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak diketahui. Berulang kali, hakim yang juga Ketua Komite Penegak Disiplin Organisasi (KPDO), Bambang Setiyo Anggarayanto, tak merespons upaya konfirmasi Disway Kaltim.

Sidang disiplin terhadap dua anggota DPRD Balikpapan dari PKS, Syukri Wahid dan Amin Hidayat dijadwalkan Minggu (7/11) lalu.  Namun kedua politisi senior itu memilih tak menghadiri sidang internal.

Ketika dihubungi baru-baru ini, Syukri bahkan lebih memilih menghadiri Tasyakuran dan Penggalangan Dana Masjid Asmaa Wahida di Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara.

Baca Juga

“Ya saya tetap dengan prinsip yang saya pahami. Satu, perselisihan partai politik itu adalah ranah partai. Kedua, jika ada pihak yang tidak merasa puas,negara telah menjamin untuk lanjutkan di pengadilan negeri,” kata dokter gigi itu.

Menurutnya, undangan MPDO PKS yang diterimanya, adalah agenda pembacaan hasil sidang, yang tidak memerlukan kehadirannya lantaran Syukri sudah memberikan jawaban atas undangan tersebut.

Ada dua hal yang menurutnya menjadi alasan mengapa urung hadir. Antara lain, ia merasa selama hak dasarnya yang dijamin AD/ART dan juga hukum positif dalam sidang beracara tidak dipenuhi, maka ia menganggap sidang tersebut berjalan tidak fair. Maksudnya selama ini tidak ada pendamping hukum,  tidak bisa hadirkan saksi dari pihaknya dan dinilainya tidak ada kerja kerja perkara, salinan dakwaan dan seterusnya.

Ia juga memastikan, tidak mendapat informasi dari PKS terkait jadi atau tidaknya pembacaan vonis dalam sidang internal tersebut. “Jadi saya hanya menunggu dari pihak MPDO, apakah tetap sidang atau batal. Yah bola di sana. Yang jelas saya sudah berikan jawaban atas panggilan sidang hari ini, tidak akan hadir,” imbuhnya.

Senada, Amin Hidayat juga mengungkapkan bahwa ia mengambil sikap in absentia atau memilih tidak menghadiri undangan dari MPDO PKS, lantaran merasa keberatan dan jawaban-jawabannya tidak diakomodasi. “Seperti di komentar saya sebelumnya, saya tidak hadir dalam sidang putusan majlis hari ini,” katanya.

Saat ditanya mengenai sikapnya setelah putusan sidang di bacakan, Amin enggan berkomentar.

“Jadi saya belum tahu, keputusan apa hari ini untuk saya,” tandasnya.

Baik Amin maupun Syukri tak gentar menghadapi ancaman dipecat secara tidak terhormat dari organisasi kepartaian. Sekaligus terancam kehilangan kursinya di DPRD Balikpapan melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW).

Sementara itu, Ketua DPD PKS Balikpapan Sonhaji masih memilih diam. Ia enggan menerangkan bagaimana jalannya sidang internal MPDO PKS. “Saya belum terima hasilnya mas,” singkatnya.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button