Politik

Polresta Samarinda Batal Periksa BEM Unmul

SAMARINDA, nomorsatukaltim.com – Kepolisian Resor Kota Samarinda (Polresta Samarinda) membatalkan rencana permintaan klarifikasi terhadap Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (BEM KM Unmul).

Kepastian ini dikonfirmasi langsung Kepala Unit Ekonomi Khusus Polresta Samarinda, Iptu Reno Chandra Wibowo dalam konferensi pers Jumat (12/11). Pembatalan pemeriksaan yang disampaikan secara lisan dari pihak kepolisian tersebut, turut dihadiri Penasihat Hukum BEM Unmul, Robert Wilson Berliando.

Reno Chandra Wibowo menjelaskan maksud surat bernomor B/1808/XI/2021 yang dilayangkan untuk memeriksa Abdul Muhammad Rachim hanya bersifat klarifikasi.

Baca Juga

“Jadi tidak benar ada pemanggilan. Kami hanya ingin melakukan klarifikasi dan maksud dari postingan itu,” kata Reno merujuk poster ‘Patung Istana Merdeka’ di akun Instagram @bemkmunmul pada 2 November lalu.

Reno menjelaskan maksud isi surat kepolisian yang meminta kehadiran Rachim ke Unit Eksus pada 10 November 2021 guna memberikan keterangan.

“Dan intinya permasalahan ini kami serahkan ke kelembagaan kampus (Rektorat Unmul) untuk diselesaikan. Terlebih juga sudah ada  surat peryataan dari pihak Rektorat,” timpalnya.

Asal tahu saja, Rektorat Unmul telah mengeluarkan pernyataan pada 4 November 2021 untuk mnanggapi seruan aksi BEM Unmul. Surat tersebut ditandatangani Rektor Unmul, Profesor Masjaya.

Dalam surat itu, rektorat mengancam akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap BEM Unmul apabila tidak menurunkan poster di akun media sosialnya. Namun sampai hari ini, poster yang dituding menghina Wakil Presiden, Ma’ruf Amin masih ada di unggahan BEM.

Penasihat Hukum Abdul Muhammad Rachim, Robert Wilson Berliando, mengapresiasi keputusan Polresta Samarinda menghentikan rencana pemerikasaan. Kendati begitu, pihaknya tidak menerima pernyataan tertulis terkait sikap kepolisian.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button