Hendra Wahyudi: Cairkan Suasana dengan Bola

Pewarta: Achmad Syamsir Awal

“Pada dasarnya saya memang senang berdiskusi. Jadi ngobrol tak mesti ada batasan tempat, sekalipun lesehan di lantai atau sambil ngopi di warung pinggir jalan, ya enjoy saja.”

Paser, nomorsatukaltim.com – Begitulah Hendra Wahyudi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser periode 2019-2024. Pria kelahiran 1979 ini tercatat sebagai salah satu pimpinan dewan paling muda di Indonesia.

Di usianya yang baru menginjak 42 tahun,  Hendra Wahyudi memimpin para politikus senior di kabupaten paling selatan wilayah Kalimantan Timur.

Namun mengingat latar belakang dan perjalanan karier politiknya, ia banyak didukung para anggota DPRD. Jiwa kepemimpinan diwarisi dari sang ayah, Yusriansyah Syarkawi. Bupati Paser dua periode.

“Makanya saya selalui mulai diskusi dengan guyonan, atau bicara dengan membahas hal lain, seperti bicara bola untuk mencairkan suasana,” sebut Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menggambarkan gaya komunikasinya dengan masyarakat.

Ia mengaku  risih jika dibukakan pintu ketika masuk kendaraan, atau harus duduk di kursi tengah. “Ya merasa gaya kepemimpinan saya egaliter. Tapi tak tahu kalau pandangan orang lain,” terang Hendra.

Pria kelahiran Balikpapan ini sennag memancing pembicaraan dengan isu ringan, sepeti sepak bola. Topik ini salah satu yang disukai banyak orang.

Kalau sudah bicara bola, Hendra cukup mengenal perkembangan sikulit bundar, khususnya medio 1990 hingga awal 2000-an. Lelaki yang mempersunting Yenny Eviliana itu mengaku mengidolakan Arsenal.

“Pemain idola itu Henry, Viera dan Pires. Walaupun sekarang ini tak terlalu mengikuti perkembangan sepak bola, tapi turnamen Euro 2020 masih ku ikuti,” ujar  jebolan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Perjalanan karier politik Hendra Wahyudi sejak 2005, bermula di Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), saat itu masih kader. Di tahun yang sama juga terjadi momentum tak bakal dilupakannya. Dirinya pertama kali merasa gugup dan keringat bercucuran saat berbicara di depan banyak orang.

“Saat itu bapak sebagai calon bupati,  ya adalah pertemuan dengan warga di Desa Mendik, kebetulan bapak nggak hadir. Baru saya sambutan, rasanya langsung gugup dan berkeringat, sempat diam sejenak. Alhamdulillah bisa melanjutkan dan menyelesaikannya,” kenang Hendra.

Ia menyebutkan pengalaman itu banyak memberikan pelajaran untuk jadi lebih baik lagi. Bagaimana ia berinteraksi di depan publik, dilihat, dengar banyak orang. Hingga kini ia jadi terbiasa.     Sebelum jadi orang nomor satu DPRD di Paser periode 2019 – 2024 Hendra Wahyudi, setidaknya lebih dari tiga kali berganti perahu politik.

“Dimulai PDP, kemudian PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia), PKB, Gerindra, hingga kembali ke PKB sebelum pileg 2019 lalu,” tuturnya.

Ia kenal politik sejak remaja, mengingat Hendra anak ketiga dari mantan Bupati Paser, Yusriansyah Syarkawi periode 1999 – 2004 dan 2016 – 2021. Namun begitu terjun dan duduk sebagai wakil rakyat periode 2019 – 2024, barulah ia merasakan bagaimana rasanya membantu warga dengan mewujudkan keinginan masyarakat, misal merealisasikan usulan terkait peningkatan infrastruktur jalan. “Itu rasa senangnya tak bisa tergambarkan. Bisa bantu warga itu adalah kepuasan tersendiri,” akunya.

Sekali-kali waktu senggang Ia selalu menyempatkan diri untuk merawat tanaman. Di kala ia jenuh atau suntuk, melihat dan menyentuh tanaman hias setidaknya bisa mengembalikan mood-nya lagi. Menurutnya sangat ampuh menghilangkan kepenatan.

“Kalau di bilang rutin tidak juga. Cuma pas ada waktu kosong. Senang aja rasanya, pelihara tanaman (bunga) dari kecil hingga besar. Setiap ke Balikpapan, sebisa mungkin mampir beli bunga. Memang saya senang akan tumbuh-tumbuhan,” tutup Hendra. *ASA/YOS

Leave A Reply