NasionalPolitik

Paslon Bisa Didiskualifikasi jika Terbukti Lakukan Politik Uang

Iklan Ucapan Selamat Rektor Unmul
Warga melintas di depan mural bertema antipolitik uang di kampung Sondakan, Laweyan, Solo, Jawa Tengah. (ANTARA)

Jakarta, nomorsatukaltim.com – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan menyebut, calon kepala daerah yang terbukti melakukan politik uang di Pilkada 2020 bisa didiskualifikasi.

Sebagaimana bunyi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, apabila pasangan calon (paslon) terbukti melakukan politik uang, Bawaslu dapat melakukan pembatalan sebagai paslon kepala daerah.

“Paslon yang terbukti melakukan politik uang secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) bisa terkena sanksi diskualifikasi,” kata Abhan, Selasa (18/8).

Baca Juga

Abhan menjelaskan, kecurangan di pilkada bisa disebut terstruktur jika dilakukan oleh aparat structural. Baik aparat pemerintah maupun penyelenggara pilkada secara kolektif atau secara bersama-sama.

Sistematis berarti pelanggaran direncanakan secara matang, tersusun, bahkan sangat rapi. Sedangkan masif adalah dampak pelanggaran yang sangat luas terhadap hasil pilkada.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button