Politik

PKS-Gerindra Masih Mesra, Ingin Ulang Kesuksesan Pilgub di Pilwali

Sabaruddin digadang-gadang akan maju di Pilwali Balikpapan. 

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Hubungan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Balikpapan kemungkinan bisa berlanjut pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Balikpapan tahun 2020. Kedua pimpinan partai skala kota sama-sama mengklaim komunikasi kedua partai masih baik satu sama lain. Bahasa lainnya, masih mesra.

Kedua partai dengan perolehan masing-masing 6 kursi pada pemilihan anggota legislatif Balikpapan Pemilu 2019 itu mengaku saling berkomunikasi hingga saat ini. Khususnya terkait alat kelengkapan DPRD Balikpapan. Juga Pilwali nanti.

Baca Juga

“Komunikasi sedang dilakukan terus. Terutama untuk alat kelengkapan dewan. Komunikasi Pilwali, kita sedang menyiapkan sarana-pra sarana. Komunikasi kita tetap jalan. Kita sudah menjalin komunikasi dengan Gerindra. Kita masih mesra. Masih,” kata Ketua DPD PKS Balikpapan Sonhaji, beberapa waktu lalu.

Ada harapan koalisi PKS-Gerindra berlanjut di Pilwali Balikpapan. Mengingat, kesolidan koalisi dua partai ini telah melewati dua kali pemilihan presiden, yaitu tahun 2014 dan tahun 2019. Koalisi PKS-Gerindra telah terbukti berbuah manis pada Pilgub Kaltim 2018 lalu.

“Ada harapan lanjut di Pilwali. Apalagi sampai saat ini di tingkat pusat PKS masih tidak ada keinginan memisahkan diri partai koalisi. Dan sejak dulu, kita membangun koalisi dengan Gerindra, itu yang masih bertahan adalah PKS. Dan itu (koalisi) menjadi harapan kita bersama. Dari pilpres, pilgub, sama ke pilwali,” ungkapnya.

Terkait sosok yang akan diusung partainya pada Pilwali Balikpapan nanti, Sonhaji belum memiliki maupun menentukan nama. “Semua masih dinamis. Kita belum menentukan,” katanya.

Berbeda dengan PKS, di internal Gerindra Balikpapan telah memiliki sosok untuk akan disorong pada Pilwali nanti. Ya, nama Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle digadang-gadang bisa meramaikan Pilwali Balikpapan.

“Sejauh ini di internal kita yang muncul Pak Sabaruddin. Entah komposisinya sebagai 01 (calon wali kota) atau 02 (calon wakil wali kota), itu yang kita masih lihat dinamikanya nanti,” kata Ketua DPC Gerindra Balikpapan Muhammad Taqwa, Senin (1/7/2019).

Namun demikian, diakui Taqwa, meski nama Sabaruddin menguat di internal partai, namun lagi-lagi keputusan pimpinan pusat yang menentukan siapa yang bakal diusung.

“Penentuan figur bukan hanya di DPC Balikpapan. Apalagi kami Gerindra, rekomendasi itu sifatnya mutlak dari pusat,” jelasnya.

Terkait hubungan dengan PKS, Taqwa juga menegaskan sejauh ini masih mesra. Komunikasi antara Gerindra dan PKS masih terus terjalin.

“Kita terus menjalin komunikasi. Kecenderungannya masih satu persepsi. Apalagi di Balikpapan hanya PKS dan Gerindra yang sepertinya masih menunggu perkembangan,” tuturnya.

Seperti diketahui, PKS dan Gerindra Balikpapan sama-sama meraih 6 kursi pada pemilihan anggota legislatif Balikpapan Pemilu 2019 ini. Jika berkoalisi, jumlah 12 kursi yang dimiliki tersebut bisa mengusung satu pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Karena syarat untuk mengusung satu pasangan minimal 9 kursi. (sah/dah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button