Opini

TENAGA AHLI PELAUT NIAGA KUNCI POROS MARITIM, BUKAN JONGOS MARITIM

banner diskominfo kaltim

Oleh: Dwiyono.S. – Perwira Pelayaran Niaga*

“Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya, bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya. Bukan sekadar menjadi jongos-jongos di kapal, bukan. Tetapi bangsa pelaut dalam arti kata cakrawala samudera. Bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangsa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang lautan itu sendiri.”- Ir. Soekarno.

 

Awal konsep didirikannya Pendidikan tinggi pelayaran niaga pada tahun 1957 di era Presiden Ir Soekarno adalah, salah satunya sebagai langkah realisasi dari figur sang visioner akan cara pandang sedemikian penting dan prioritasnya potensi sumber daya manusia (SDM) maritim niaga. Hingga dalam pidatonya menyebut kata: Bangsa Pelaut Yang Mempunyai Armada Niaga. Yang diletakkan di depan sebagai prioritas.

Megapa? Pelaut niaga adalah aset dunia. Berperan menghasilkan dan menumbuhkan ekonomi dunia. Berkontribusi antara lain alokasi anggaran negara untuk membiayai kapal-kapal perang dan kapal-kapal negara. Bukan sebaliknya. Dan itulah sebabnya kata: Armada Niaga, diletakkan dalam garda depan esensi pidato.

Indonesia Poros Maritim Dunia? Keren! Apakah cita-cita nawacita ini bukan hanya suatu mimpi? Bak burung pungguk merindukan bulan? Dimana kondisi negeri maritim ini tanpa memiliki rumpun ilmu maritim-niaga? Untuk dijadikan dasar lahirnya para tenaga ahli yang linier sesuai bidang ilmunya?

Poros Maritim Dunia bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang besar, kuat, dan makmur. Melalui pengembalian identitas Indonesia sebagai bangsa maritim, pengamanan kepentingan dan keamanan maritim, memberdayakan potensi maritim untuk mewujudkan pemerataan ekonomi Indonesia.

Namun, perlu dipertanyakan satu hal yang terlupakan dalam rencana program yang nampak dikemas sedemikian menarik. Apa strateginya dengan peran tenaga ahli maritim niaga, sebagaimana cara pikir figur sang visioner akan sedemikian penting dan prioritasnya potensi sumber daya manusia maritim niaga. Hingga seiring dengan pidato yang menyebut kata: Bangsa Pelaut Yang Mempunyai Armada Niaga- diletakkan di depan sebagai prioritas?

Kita simak bersama strategi dalam bernegara dengan latar belakang kompetensi keilmuan penempatan SDM yang terjadi sekarang.

1 2 3 4 5 6Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button