Universitas Widya Gama Mahakam
Opini

Berorganisasi Bukan Penghambat Prestasi

OLEH: BAYU ROSANDY*

“Organisasi hanya mengganggu aktivitas perkuliahan dan akademik.” Kalimat tersebut tentu sering terdengar di telinga kita. Khususnya saat menjadi mahasiswa. Namun hal tersebut merupakan sebuah kesimpulan yang keliru. Daripada kita terus memunculkan keraguan atas kesimpulan salah seperti itu, lebih baik kita meemunculkan tekad untuk dapat memiliki ketiganya: organisasi, prestasi dan raihan akademik dengan baik secara bersamaan. Karena ratusan keraguan akan kalah hanya dengan sebuah tekad.

Tekad di mana saya harus membuktikan bahwa sekarang bukan lagi zamannya aktivis (sebutan anak organisasi kampus) selalu mempunyai nilai IPK tipis-tipis, atau bahkan nilainya jika dilihat terasa asam seperti jeruk nipis. Sekarang saatnya aktivis yang kritis, meraih prestasi tak menjadi problematis dan tetap tidak meninggalkan akademik yang sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai seorang mahasiswa.

Tekad tersebutlah yang mengantarkan saya untuk menjadi lulusan terbaik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman pada Wisuda Gelombang 2 Universitas Mulawarman tahun 2020. Kemudian saya diberikan kesempatan untuk mengikuti wisuda secara langsung. Mewakili fakultas. Wisuda diadakan di tengah pandemi. Diselenggarakan di kampus. Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Saya merupakan alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman angkatan 2015. Bisa dibilang sebagai salah satu aktivis kampus. Karena saya pernah menjabat sebagai pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Fakultas Kesehatan Masyarakat. Biasanya disebut sebagai gubernur BEM. Selain itu, saya juga memiliki puluhan pengalaman organisasi lainnya saat saya menjadi mahasiswa. Salah satunya ketua Keluarga Mahasiswa Sangasanga. Yang merupakan organisasi mahasiswa di daerah kelahiran saya.

Banyaknya organisasi yang saya ikuti saat masih menjadi mahasiswa bukan menjadi alasan saya untuk tidak berprestasi. Khususnya dalam menekuni hobi saya: menulis dan berdiskusi. Selama menjadi mahasiswa, setidaknya ada 18 prestasi yang pernah saya torehkan. Hal tersebut membuktikan bahwa kesibukan organisasi kampus sama sekali tidak mengganggu saya dalam meraih prestasi. Bahkan karena organisasi dan prestasi tersebut saya memiliki kesempatan untuk melaksanakan KKN Penyetaraan di Raja Ampat secara gratis.

Apakah hal tersebut dapat menyita waktu saya dan membuat saya tidak lagi bisa merasakan nikmatnya angin di Kota Samarinda saat menjadi mahasiswa? Tentu saja tidak. Saya masih bisa berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, bermain game, serta membuat status di media sosial. Jadi jangan takut untuk tidak lagi memiliki waktu luang saat kita menjadi mahasiswa dan bertekad meraih prestasi dan aktif di organisasi.

Cara mengaturnya adalah dengan memanajemen waktu. Ilmu manajemen waktu kebanyakan kita dapatkan di luar bangku perkuliahan alias di dunia organisasi. Karena di organisasi kita harus dapat memanajemen kapan menjalankan amanah organisasi dan kapan mengerjakan tugas kampus, dan di organisasi pula kita dilatih untuk bertanggung jawab atas amanah yang diberikan kepada kita. Sehingga kita dapat menyelesaikannya secara baik.

Menjadi seorang aktivis tidak hanya bersuara kencang melalui pengeras suara di depan kantor pemerintahan ataupun wakil rakyat saja. Tetapi menjadi seorang aktivis melatih kita agar hati juga bersuara kencang menyambuk semangat diri untuk terus menjadi sosok yang lebih baik. Dalam mempersiapkan masa depan yang lebih cerah.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button