Opini

Cara Menghilangkan Kebiasaan Menunda

Iklan Ucapan Selamat Rektor Unmul
Siti Robi’al Azawiyah. (Ist)

OLEH: SITI ROBI’AL AZAWIYAH*

Berbagai aktivitas yang biasa kita lakukan terkadang membuat kita bermalas-malasan ketika mau mengerjakannya. Sering kali kita menunda-nunda segala sesuatu yang kita anggap penting. Bahkan malah beralih melakukan hal lain yang lebih menyenangkan atau mungkin ‘kurang penting’.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menghilangkan kebiasaan suka menunda tersebut? Setiap hari kita memiliki durasi waktu yang sama: 24 jam/hari. Namun dari 24 jam itu, apakah kita mengisinya dengan melakukan kegiatan yang menjadi prioritas atau yang bukan menjadi prioritas?

Baca Juga

Procrastinator adalah sebutan dari orang yang suka menunda pekerjaan. Seorang procrastinating dapat mengalami gangguan psikologi/penyakit mental yang dapat mengakibatkan depresi. Mengapa? Karena ketika ada tugas yang ia tunda, maka hal itu akan menjadi beban baginya. Sehingga pekerjaannya terbengkalai. Maka ia akan merasa kesal pada diri sendiri. Karena telah menunda pekerjaan yang seharusnya ia kerjakan sebelumnya. Procrastinating cenderung memiliki kepercayaan diri yang rendah, mengerjakan tugasnya tidak maksimal, bahkan yang bikin fatal ialah bisa kehilangan pekerjaan. Menurut Piers Steel, seorang ahli tingkah manusia, 95 dari 100 orang itu suka menunda pekerjaannya.

Dari hal tersebut sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan agar kita tidak bermalas-malasan dalam melakukan kegiatan. Salah satu cara yang harus dilakukan agar kita tidak malas/suka menunda ialah dengan mengatur diri atau regulasi diri (self regulation). Apa yang dimaksud dengan regulasi diri? Regulasi diri adalah kemampuan untuk mengatur suatu tindakan supaya bisa mencapai tujuan. Regulasi diri ini diperlukan untuk mempermudah kita dalam meraih berbagai keinginan dalam hidup. Juga dapat membantu mencapai tujuan dalam hidup. Dengan pengaturan diri yang baik, kita telah menerapkan salah satu kunci sukses dalam mencapai tujuan dan kesuksesan. Pencapaian yang ingin dicapai misalnya seperti ingin mendapatkan IPK tinggi, menyelesaikan pendidikan hingga S3, terus menabung sampai kaya, menginginkan bentuk tubuh yang sempurna, serta ingin mempunyai perusahaan yang sukses. Semua hal itu bisa dicapai asal dengan pengaturan diri secara baik.

Ada tiga cara agar bisa melakukan regulasi diri. Pertama, planning. Kita bisa membuat rencana apa yang kita kerjakan dengan mencatat rencana-rencana yang ingin kita capai. Dengan tujuan yang kita lakukan itu terstruktur. Kedua, mengeksekusi dan memonitor planning. Dalam rencana ini kita dapat memantau strategi yang sudah dibuat dan mampu menghindarkan kita dalam melakukan tindakan yang bisa menghambat rencana tersebut. Ibaratnya, kita harus mempunyai pertahanan diri agar tidak tergoda dengan hal-hal yang membuat goyah. Melatih diri dalam regulasi diri ini sangat dibutuhkan untuk meraih tujuan yang diinginkan. Jadi dalam hal ini kita harus bisa memilah mana yang harus dilakukan dan yang tidak penting dilakukan.

Ketiga, fase refleksi. Mengevaluasi rencana yang telah dibuat dan menilai tingkat keberhasilan dari rencana-rencana yang sudah dilakukan. Di fase ini kita bisa melihat apakah rencana yang disusun dan dilakukan itu efektif atau tidak, apakah berhasil atau harus ada yang diperbaiki dari rencana yang dilakukan dan selalu menerapkan perilaku-perilaku yang efektif untuk bisa mencapai tujuan yang diinginkan.

1 2Laman berikutnya

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button