Dihajar Jatim 5-1, Sepak Bola Kaltim Babak Belur

PAPUA, nomorsatukaltim.comPelatih sepak bola Kalimantan Timur (Kaltim), Rahmat Hidayat tak mengira anak asuhnya bakal dibantai tim Jawa Timur (Jatim) dengan skor telak 5-1. Pada lanjutan babak enam besar Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang berlangsung Jumat sore (8/10), di Stadion Barnabas Youwe, Sentani Jayapura.

Butuh hasil imbang untuk memastikan langkah ke babak semifinal. Agus Santoso dkk tak mampu membendung serangan spartan yang dibangun anak-anak Jatim. Kini, nasib Kaltim di tentukan hasil laga antara Jatim vs Jabar. Jika Jatim berhasil memenangi laga, atau memaksa Jabar bermain imbang. Otomatis Kaltim lolos babak semifinal.

Rambo, sapaan akrab Rahmat Hidayat mengaku kekalahan atas Jatim selain faktor kualitas asuhan Rudy Keltjes yang sedang bagus, mereka juga punya waktu jeda lebih panjang ketimbang Agus Santoso cs. Yang sehari sebelumnya tanding lawan Jabar.

“Faktor kelelahan pemain kami juga jadi sebab, juga pemain yang kami turunkan rata-rata pelapis. Pemain utama kami banyak yang cedera dan akumulasi kartu. Termasuk penjaga gawang,” lata Rahmat via telephon, Jumat (8/9/2021).

Sementara, Rudy Keltjes usai laga mengaku telah mempersiapkan jauh hari pertandingan melawan pasukan Bumi Etam. Ia katakan sudah mempelajari gaya bermain Kaltim dari beberapa laga yang dimainkan. Pendekatan umpan pendek yang diperagakan anak asuh Rahmat sudah diantispasi untuk menghentikannya

“Saya siapkan khusus selama dua hari terakhir. Kami tau gaya main Kaltim yang banyak mengandalkan direct attack,” terangnya.

Setelah unggul 2-0 di babak pertama, Rudy juga mengintruksikan anak asuhnya untuk tidak kendor. Bahkan kian ditingkatkan serangan bertubi untuk mendapatkan gol banyak.

“Kami juga sempat kehilangan fokus setelah unggul 2-0, saya katakan itu tidak boleh. Tidak boleh meremahkan lawan. Secara kami juga sudah prediksi menang banyak,” jelasnya.

Ia tau, pemain Kaltim pasti kepayahan setelah sehari sebelumnya sudah menjalani laga awal. “Lima hari tiga kali main saya pastikan mereka kehabisan stamina. Saya intruksikan anak-anak untuk membawa lari, dan di babak kedua kita habisi,” timpalnya.

Disinggung soal laga terakhir melawan Jabar, eks gelandang bertahan yang memiliki julukan sebagai Franz Beckenbauer-nya Indonesia itu menegaskan kemenangan adalah harga mati. Kuncinya adalah dengan menkaga kondisi fisil dan mental anak asuhnya.

“Anak-anak muda memang paling susah menjaga kondisi. Kadang bagus nanti jelek, tapi saya jaga betul itu. Menghadapi Jabar kami percaya menang. Harus menang. Tiada maaf untuk kemenangan. Datang jauh-jauh harus menang,” pungkas pria kelahiran Situbondo, Jatim 1952 itu. (FRD/FDL)

Leave A Reply