Borneo FC Didemo Suporternya, Ini Kata Nabil Husein

Samarinda, nomorsatukaltim.comHasil imbang 2-2 yang didapat Borneo FC Samarinda ketika meladeni tim promosi Persita meledakkan reaksi manajemen dan pendukung. Kondisi internal sempat memanas. Di Samarinda, sekelompok suporter turun ke jalan meneriakkan protes. Perlu kah sereaktif itu?

Semua orang yang terpaut dengan Borneo FC Samarinda berharap bisa buka puasa kemenangan. Ketika bersua Persita di pekan keenam Liga 1 2021, Sabtu kemarin. Pasalnya, Pesut Etam baru sekali merasakan 3 poin. Itu juga di laga perdana. 5 pertandingan berikutnya, mereka hanya mendapat 4 poin. Hasil dari sekali kalah dan 4 kali imbang beruntun.

Hasil imbang kontra Barito Putera masih dimaklumi. Karena saat itu Borneo menjalankan laga perdana tanpa pelatih kepala Mario Gomez yang mendadak cabut. Dua hasil imbang berikutnya lawan Persib dan Bali United justru disyukuri. Di masa transisi, Pasukan Samarinda masih menampilkan semangat perlawanan yang tinggi. Memetik poin dari dua tim favorit juara tidak lah buruk.

Nah, di laga terakhir. Sudah tidak ada alasan untuk tidak memetik kemenangan. Lawannya adalah Persita, tim promosi yang di atas kertas sangat bisa dikalahkan. Lebih-lebih, setelah unggul 1 gol di babak pertama via sundulan Wildansyah. Borneo juga unggul pemain lantaran Irsyad Maulana, penyerang Persita diusir wasit sebelum jeda pertandingan.

Babak kedua bergulir, Pesut Etam berhasil gandakan keunggulan lewat gol Torres. Eh, ndilalah, Persita bermain lebih menekan dan sukses memaksakan hasil imbang.

Selain skor akhir, hilangnya jiwa petarung Bustos dkk di atas lapangan mendapat reaksi keras. Bos Borneo, Nabil Husein tak mampu menahan kekesalan. Lewat media sosialnya, ia kedapatan mencak-mencak. Suasana di ruang ganti lebih tegang dari itu.

Jajaran petinggi klub mendadak ‘bertaring’. Mereka tak habis pikir kenapa sikap spartan yang ditunjukkan di 3 laga terakhir. Begitu saja lenyap ketika dalam situasi di atas angin.

Suasana panas tak hanya terjadi di dalam klub. Di Samarinda, sekelompok suporter, yang merupakan sub dari Pusamania bernama Curva Sud Samarinda, menggelar aksi protes. Kelompok yang identik dengan warna hitam itu melakukan aksi boming di beberapa tempat. Termausk kantor Borneo FC, Borneo FC Store, dan titik lainnya di kawasan GOR Segiri.

Beberapa spanduk mini mereka bentangkan. “Skuad megah harga diri rendah”, “Gaji lancar, bonus lancar, menang belakangan” adalah di antara pesan yang ingin mereka sampaikan.

Dikonfirmasi soal aksi itu, Nabil Husein menilai bahwa apa yang Curva Sud lakukan, adalah bentuk kepedulian mereka terhadap klub. Sama seperti suporter, manajemen pun sudah sangat getol ingin merasakan kemenangan lagi. Pesan tersirat dari aksi itu, diterima dengan baik oleh Nabil.

“Itu saya rasa karena mereka sama dengan apa yang kita rasakan, itu ungkapan mereka menginginkan hasil positif dari tim ini, saya pikir itu tidak masalah ya, asal jangan sampai berlebihan,” ujarnya.

Untuk diketahui, aksi protes suporter bukan kali ini saja terjadi pada musim ini. Sebelumnya, ribuan Sleman Fans (suporter PSS) berangkat ke Jawa Barat untuk menuntut pemecatan pelatih PSS. Persib juga sempat berhadapan dengan pendukung mereka. Ketika bus tim dihalangi oleh sekelompok suporter setia tim asal Bandung itu.

“Kalau di Borneo FC, silakan bersuara karena itu bagian dari hak sebagai suporter, dan kami pun siap berdiskusi jika (Pusamania) merasa ada yang kurang di tim ini.”

“Tapi yang saya perlu tekankan penyampaian kritikan jangan sampai merugikan banyak orang, tapi untuk yang aksi boming itu saya pikir masih bisa dimaklumi,” ujarnya

Tanpa ingin menjanjika apa-apa, Nabil mengatakan bahwa ada atau tanpa tekanan suporter. Manajemen sudah mengambil tindakan serius di internal. Agar kelengahan ketika melawan Persita tak diulangi lagi. Bagaimana pun, perjuangan Pesut Etam di Tanah Jawa kali ini. Tak lain untuk membawa panji Samarinda di kancah sepak bola nasional.

“Kita berjuang bukan atas nama pribadi. Borneo FC Samarinda berjuang demi nama kota. Kebanggaan masyarakat Samarinda, sudah seharusnya kita semua bahu-membahu memberikan yang terbaik untuk Kota Samarinda,” pungkas Nabil Husien. FRD/AVA/FDL

Leave A Reply