13 Fakta tentang Kontingen Kaltim Sebelum ke PON Papua

Samarinda, nomorsatukaltim.comKontingen Kaltim untuk PON Papua telah melewati perjalanan panjang, yakni 5 tahun untuk tiba di 2 Oktober 2021. Hari di mana pesta olahraga terbesar di Tanah Air itu resmi dibuka. KONI Kaltim sebagai induk cabang olahraga, telah melakukan banyak sekali persiapan. Guna memastikan Benua Etam dapat finis di peringkat kelima.

Nomorsatukaltim.com – Disway News Network (DNN) mengumpulkan sejumlah fakta tentang kontingen Kaltim sebelum berangkat ke Bumi Cendrawasih. Simak selengkapnya.

  • Di babak kualifikasi; Pra PON 2019, Kaltim menempati peringkat 4 nasional (Papua tidak ikut). Dengan perolehan 47 emas, 59 perak, dan 54 perunggu. Benua Etam finis di bawah Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
  • Dari Pra PON, Kaltim meloloskan 437 atlet ke putaran final PON Papua ke-20. Dengan rincian 326 atlet masuk zona medali, 111 atlet masuk zona peringkat.
  • Ketentuan atlet yang lolos ke putaran final adalah mereka yang menembus 6 besar di babak kualifikasi. 3 besar adalah zona medali. Peringkat keempat hingga keenam disebut zona peringkat.
  • Selanjutnya, setiap daerah bebas menentukan akan memberangkatkan berapa atlet. Apakah kesemuanya, atau hanya mengirim atlet dari zona medali saja.
  • Pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Kaltim 2019, Gubernur Isran Noor memutuskan untuk hanya mengirim atlet dari zona medali saja.
  • Data per Januari 2020, jumlah atlet Kaltim yang akan berlaga di Papua sebanyak 319 atlet untuk 32 dari 37 cabor yang dipertandingkan.
  • Alasan mengirim zona medali erat kaitannya dengan biaya perjalanan, akomodasi, dan konsumsi selama di Papua yang relatif mahal.
  • Seiring berjalannya masa persiapan, Kaltim menambah keikutsertaan dengan memasukkan beberapa nama dari peraih zona peringkat Pra PON 2019.
  • Jumlah atlet terkini yang berangkat ke Papua adalah sebanyak 370 atlet.
  • Jumlah kontingen Kaltim bertotal 720 orang. Di luar atlet, terdapat  99 pelatih, ofisial teknik  15 orang, manajer 36 orang, lalu ofisial kontingen 200 orang.
  • PON XX Papua 2020 harusnya digelar mulai 2 Oktober 2020. Namun karena pandemi, pemerintah pusat menunda PON selama setahun.
  • Puslatda KONI Kaltim tahun ini hanya dilangsungkan 3 bulan, dari idealnya 6 bulan jelang PON. Hal ini disebabkan pandemi dan kebijakan pemerintah soal pembatasan.
  • Tak satu pun cabor dari Kaltim yang menjalani Training Center di luar negeri. Lazimnya, semua cabor akan menjalani masa persiapan akhir di negeri orang. Menyesuaikan di mana pusat kekuatan dunia dari masing-masing cabor.
  • Kaltim menaruh target finis di posisi 5 besar pada PON tahun ini.

Naskah: Ahmad Agus Arifin

Leave A Reply