Borneo FC Imbangi Persib Bandung karena Main Sabar

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Laga Persib Bandung versus Borneo FC Samarinda berakhir imbang dengan skor kaca mata. Kedua tim sangat berhati-hati dalam membangun serangan.

Total, Pesut Etam hanya mencatatkan 3 tembakan ke gawang. Sementara Persib, mencatatkan jumlah peluang yang sama. Deadlock!

Kedua tim memang berambisi meraup 3 poin di laga ini. Persib yang berada di jalur perburuan juara, butuh poin penuh karena di laga sebelumnya ditahan imbang Bali United. Sementara tim tamu, lebih butuh kemenangan karena kampanye mereka di 3 laga awal yang kurang meyakinkan.

Baca juga: Borneo FC; Hasil Imbang yang Patut Disyukuri

Persib yang meski tanpa Ezra Walian dan Geoffrey Castillion, tetap menunjukkan keunggulan kualitasnya. Bertubi-tubi mereka menyerang pertahanan Borneo.

Sayangnya, agresivitas Maung Bandung sudah diantisipasi oleh Ahmad Amiruddin. Yang sepekan terakhir telah menyiapkan pasukannya untuk bermain pasif.

Sehingga kuartet Javlon, Wildansyah, Tahar, dan Markcho bermain solid membendung serangan lawannya. Atas bantuan Nuriddin Davronov dan Hendro Siswanto.

Dari pantauan nomorsatukaltim.com-Disway News Network (DNN), di pertengahan babak pertama, komentator pertandingan Valentino Jebret sempat dibuat gemas oleh kedua tim.

Baca juga: Borneo FC vs Persib; Kemenangan akan Jadi Kado Terbaik untuk Presiden Klub

Dari Persib, ia menyayangkan kreativitas trio gelandang Klok, Bekcham, dan Viscara yang tak pernah menuai sasaran. Alias selalu dipatahkan oleh bek-bek Pesut Etam.

Sementara Borneo ketika membangun serangan, kerap berbasa-basi. Ketika melihat area kotak penalti lawan penuh orang, atau sulit membuat true pass ke area rawan. Mereka tak sunkan mengembalikan bola ke belakang. Hingga ke kaki kiper Angga Saputro.

Kegemasan Valen bisa dipahami lantaran di babak pertama, bola cenderung berputar-putar di area tengah saja.

Komentator lainnya, Bung Kus alias Mohamad Kosnaini, kemudian menyadari bahwa sejak awal. Laga ini sudah kental dengan pertarungan taktik dari kedua pelatih.

Baca juga: Borneo FC Asah Ketajaman Jelang Lawan Persib

Secara sederhana seperti ini: Borneo FC berencana bermain bertahan, kemudian mengandalkan serangan balik cepat untuk mencuri gol. Hal ini karena Persib dikenal cukup berbahaya di depan. Serta Pesut Etam memiliki banyak pelari cepat.

Kemudian Persib, berniat bermain menyerang. Tak membiarkan lawannya memegang banyak bola. Namun tetap mempertahankan keseimbangan antar lini. Yang kemudian terjadi adalah, Persib memang menginisiasi serangan lebih banyak, menguasai bola lebih lama, melakukan pressing lebih ketat.

Namun tidak punya cukup nyali untuk menyerang total karena tak mau ada celah di belakang yang bisa dimanfaatkan lawan.

Sialnya, taktik kedua pelatih; Amiruddin dan Albert. Mampu dijalankan sempurna oleh anak asuh mereka. Dan sempurna sudah. Laga tersebut menjadi laga yang ketat di lini tengah. Tapi lemah di lini depan, akibat sama-sama bermain hati-hati.

Baca juga: Jonathan Bustos, Sang Kreator Borneo FC Samarinda

Beberapa kali arah angin memang berubah. Kadang Borneo memegang kendali. Kadang Persib yang menguasai. Namun kembali, bahwa kedua tim lebih takut kebobolan ketimbang membuat  gol dengan berbagai cara.

Praktis, laga berjalan keras namun monoton. Kedebag-kedebug antar pemain kedua tim menghasilkan total 32 pelanggaran dan 25 tekel. Sementara jumlah peluang sepanjang laga, Persib mencoba 7 tembakan dengan 3 tepat sasaran. Sementara Borneo meloloskan 5 tembakan dengan 3 mengarah ke gawang.

Pada akhirnya tidak ada yang senang dari hasil pertandingan kali ini. Persib dan Borneo inginnya menang. Suporter mereka, setidaknya butuh tontonan sepak bola yang ada golnya. Namun tahu kah siapa yang harusnya berbangga? Ya, Borneo FC Samarinda.

Perbedaan kelas di atas kertas mampu mereka tutupi dengan kesolidan di lapangan. Jersey loreng merah maron berpadu jingga dengan slogan Manyala, tak mampu dipadamkan oleh tim berkostum biru bermotif air begitu saja.

Satu poin lagi yang mereka dapat kali ini, adalah refleksi dari kerja keras di arena tanding. Kalimat ungahnya seperti itu. FRD/AVA

Leave A Reply