Jadi Tuan Rumah Popda XVI Kaltim, Paser Mulai Penataan Venue

Paser, nomorsatukaltim.com– Perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVI Kaltim, tinggal dua bulan lagi. Agenda besar dua tahunan itu bakal digelar pada 20 November.  Kabupaten Paser bertindak sebagai tuan rumah.

Selaku tuan rumah, tentunya bukan hal mudah. Semuanya harus dipersiapkan secara matang, baik venue maupun pendukung lainnya. Terlebih dari 21 cabang olahraga yang bakal dipertandingkan, ditargetkan semuanya dihelat di Kabupaten Paser.

Lantas bagaimana kesiapan atau fasilitas venue pertandingan? Mengingat terdapat venue yang perlu dilakukan perbaikan. Dikatakan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Muksin jika anggaran pemeliharaan atau perbaikan venue yang mengalami kerusakan telah disediakan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.

Namun hal itu masih menunggu persetujuan dari DPRD Kabupaten Paser. Dimana dijadwalkan pada akhir bulan ini. “Sehingga target awal Oktober sudah bisa dikerjakan,” kata Muksin, Senin (13/9/2021).

Jika tak ada perubahan, estimasi nilai anggaran perbaikan atau pemeliharaan venue senilai Rp 1,2 miliar. Sedangkan untuk anggaran perhelatan Popda XVI Kaltim dengan nominal Rp 5 miliar melalui APBD Provinsi Kaltim.

Meskipun saat itu mengajukan senilai Rp 10 miliar. Namun hingga sekarang, ia belum mengetahui perkembangan terbaru. Apakah anggaran itu bakal ditambah atau tidak oleh Pemerintah Provinsi Kaltim.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Paser mengalokasikan anggaran senilai Rp 500 juta. Diperuntukkan untuk mengakomodir keperluan yang tidak ditanggung Pemprov Kaltim.

“Anggaran Rp 500 juta itu dialokasikan melalui Bapopsi (Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia),” sambung mantan Kepala Badan Perencanaan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-litbang) Kabupaten Paser tersebut.

Terkait venue cabang olahraga (cabor) atletik, dimana lintasan lari masih jadi persoalan. Mengingat arena lintasan di Stadion Gentung Temiang, Kecamatan Tanah Grogot, saat ini tidak lagi digunakan. Bahkan tak menutup kemungkinan bakal dipertandingkan di luar Kabupaten Paser. Kendati demikian terdapat opsi kerjasama dengan sekolah-sekolah yang memiliki venue atletik.

“Pemkab memiliki venue cabor atletik namun butuh perbaikan. Sehingga kami bekerjasama dengan sekolah-sekolah yang memiliki venue. Misalnya MAN Insan Cendikia, lengkap sarana olahraganya,” jelasnya.

Pelaksanaan Popda tentunya dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) super ketat. Ia berharap angka kasus terkonfirmasi positif melandai, sehingga perlahan “turun kelas” Ke PPKM level II agar bisa disaksikan penonton langsung di lapangan.

“Meski ada penonton. Tentunya panitia akan mengawasi dengan ketat mengenai protokol kesehatan,” tandas Muksin. (asa/fdl)

Leave A Reply