Atlet Biliar Kaltim Dilarang Ikuti Kejuaraan Lokal

Samarinda, nomorsatukaltim.com– Rentan waktu kurang sebulan jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Seluruh atlet biliar Kaltim dihimbau untuk tidak mengikuti ajang kejuaraan lokal yang kerap di buka umum. Tujuannya, supaya fokus atlet tak terpecah ketika open turnamen yang kerap menawarkan hadiah menggiurkan.

Alih-alih menambah jam terbang atau alasan mengasah mental tanding, pebiliar Kaltim justru kerap kehilangan daya konsentrasi selepas mengikuti turnamen. Yang dalam praktiknya cenderung menguras energi ekstra dalam upaya meraih kemenangan di turnamen lokal tersebut.

Sekretaris Umum Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kaltim, Zulkarnain menjelaskan dalam dua pekan ke depan, seluruh atlet biliar Kaltim harus dalam kondisi terbaik. Siap tempur demi mendulang prestasi maksimal di Papua. Tidak ada alasan untuk mengikuti kejuaraan apapun.

“Makanya kami dari Pengprov POBSI Kaltim melarang atlet PON ikut turnamen lokal. Akan ada 2 turnamen besar di Balikpapan dan Samarinda dalam waktu dekat ini. Turnamen besar yang hadiahnya menggoda. Kita larang supaya konsentrasi ke PON dulu,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/9/2021) kemarin.

Pebiliar Kaltim proyeksi ajang empat tahunan itu, kini telah kembali menjalani program puslatda. Sebelumnya pada pekan lalu mereka baru saja menjalani uji tanding di Bali. Kabar baiknya, sejauh ini telah mengalami kemajuan pesat. Diukur dari keikutsertaannya pada kejurnas akhir tahun lalu. Yang sama-sama belangsung di Pulau Dewata.

“Hasilnya cukup baik, hasil evaluasi pelatih di nomor double kita sudah diatas rata-rata,” imbuhnya.

Dia menambahkan beberapa info penting terkait perkembangan peta kekuatan nasional. Khususnya pebiliar Bali yang disebut bakal merepotkan dalam perebutan lima besar klasemen, belum genap sebulan melakukan puslatda. Poin pentingnya, tentu persiapan pebiliar Kaltim yang lebih panjang sedikit memberi keunggulan.

“Informasinya salah satu saingan kita untuk menembus 5 besar itu ternyata dia nggak sebaik kita. Mereka baru memulai puslatda di tanggal 1 September. Itu pun tidak terpusat,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Kabid Media dan Humas KONI Kaltim ini.

Lebih lanjut, ada salah satu kategori di nomor single masih perlu diberikan perhatian. Sehingga bisa lebih maksimal nantinya di arena tanding.  Sebelumnya tim pelatih sudah memberikan standar tertentu untuk bisa dicapai seluruh pebiliar sebelum bertolak ke Papua.

“Masih ada sedikit waktu, pelatih mencoba melihat kembali dan mengevaluasi apa yang kurang. Rencananya kita akan berangkat tanggal 29 ini,” jelasnya.

Terpenting lagi, untuk meningkatkan kualitas pebiliar, kondisi fisik kelima atlet biliar sudah mencapai titik ideal. Sembari menanti hari keberangkatan. Pematangan teknik dan strategi permainan perlu di matangkan.

Praktis menyisakan 17 hari ke depan untuk membulatkan tekad dan berjuang meraih kemenangan demi wanginya nama Kaltim di Bumi Cendrawasih. (frd/fdl)

Leave A Reply