Honda DBL East Kalimantan Series 2019

Lawan Tim dengan Tradisi Juara

banner diskominfo kaltim

Kemenangan Annisa dkk (berjilbab) melawan juara DBL 2018 SMAN 1 Balikpapan menjadi modal penting. SMAN 3 Samarinda pun patut waspada. (Dok: Tim DBL)

Samarinda, DiswayKaltim.com  – Final tim putri Honda DBL East Kalimantan Series 2019 akan mempertemukan dua tim tangguh dari kota berbeda.

SMKN 2 Balikpapan dan SMAN 3 Samarinda akan berlaga di Gor Segiri Samarinda, Sabtu (3/8/2019).

Kedua tim pernah bertemu pada Honda DBL 2018 lalu. Tahun ini, keduanya akan memperebutkan gelar juara di kompetisi basket antarpelajar paling bergengsi di Indonesia.

Prestasi terbaik SMKN 2 (Smakenda) Balikpapan selama berkompetisi di Honda DBL East Kalimantan adalah menjadi runner-up pada 2015 lalu.

Sementara lawannya, SMAN 3 (Smaga) Samarinda, memiliki tradisi juara. Smaga putra dan putri bahkan pernah mengawinkan gelar juara pada 2016 lalu.

Teranyar, Smaga putri meraih posisi runner-up pada gelaran tahun lalu setelah dikalahkan SMAN 1 Balikpapan. Sang juara yang tahun ini dikalahkan SMKN 2 Balikpapan di babak delapan besar.

Pelatih SMKN 2 Balikpapan M Hendra mengaku yakin dapat mengalahkan tim basket putri SMAN 3 Samarinda. Sebelum bermain, dia akan mempelajari pola permainan tim lawannya.

“Kita akan lihat video. Pertandingan kita dan tim lawan. Terus introspeksi permainan tim,” ucap Hendra.

Salah satu evaluasi terpenting yang akan dilakukan pria berkacamata ini adalah mental pemain. Dia menilai beberapa pemain tak percaya diri saat bermain di lapangan.

“Saya akan memaksimalkan 10 pemain kami. Tidak ada satu pun pemain kami yang cedera. Semuanya fit. Insyaallah hari Sabtu kami siap bertanding,” sebutnya.

Sehari sebelum bermain, dia akan memaksimalkan waktu tersebut untuk berlatih. Selain itu, anak asuhnya akan diberikan kesempatan beristirahat.

“Kami akan latihan di Samarinda. Paling latihannya dua jam. Enggak full sehari,” bebernya.

Dia mengingatkan seluruh pemainnya tak meremehkan pemain lawan. Hendra menyebut, semua pemain memiliki keunggulan dan patut diwaspadai saat bertanding.

“Saya tidak mengajarkan tim untuk menjaga satu atau dua orang. Semua pemain di lapangan harus dijaga. Setiap pemain memiliki potensi mencuri poin. Tak ada yang unggul dan lemah,” tegasnya.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button