Honda DBL East Kalimantan Series 2019

Pantang Jemawa di Final, Smakenda Kalahkan SMA Katolik

banner diskominfo kaltim

Pemain SMA Katolik tak mampu mengimbangi permainan SMKN 2 Balikpapan (putih). (Foto: Tim DBL)

Samarinda, DiswayKaltim.com  – Babak big four Honda DBL East Kalimantan Series 2019 yang diselenggarakan di GOR Segiri Samarinda pada, Kamis (1/8/2019) sore, mempertemukan SMKN 2 (Smakenda) Balikpapan dan SMA Katolik WR Soepratman.

Tim basket putri dari Kota Minyak sejak awal bermain sangat agresif. Di kuarter pertama, tim ini mampu mengantongi 12 poin. Sementara lawannya tak mendapatkan satu pun poin.

Baca Juga

Kemudian di kuarter kedua, pertandingan masih didominasi SMKN 2 Balikpapan. Namun secara statistik, SMA Katolik dapat memecah kebuntuan dengan meraih tujuh poin. Sementara SMKN 2 Balikpapan mendapat delapan poin. Kuarter ini ditutup dengan skor 20-7.

Beranjak ke kuarter ketiga. Bermodal nafas yang terhimpun di waktu jeda yang relatif panjang, tim basket putri SMA Katolik berusaha bermain lebih terbuka. Tetapi di lima menit pertandingan, mereka justru mendapat serangan-serangan balik dari tim SMKN 2 Balikpapan.

Sehingga tim yang berseragam putih ini mendapat sembilan poin di kuarter ketiga. Sementara SMA Katolik hanya mengantongi dua poin. Kuarter ini ditutup dengan skor 29-9.

Di sepuluh menit terakhir, SMA Katolik hanya menghimpun tiga poin. Sementara SMKN 2 Balikpapan meraih lima poin. Pertandingan ini pun dimenangkan SMKN 2 Balikpapan dengan skor 34-12.

Pelatih SMKN 2 Balikpapan, M Hendra, mengaku timnya telah menyimpan optimisme dapat memenangkan pertandingan tersebut. Anak asuhnya bahkan menginginkan kemenangan dengan poin yang jauh tinggi.

Ekspresi jemawa telah terlihat dalam diri anak asuhnya. Karena itu, dia tidak puas dengan penampilan timnya. “Mungkin karena mereka merasa di atas angin. Makanya agak sedikit meremehkan lawan,” ucapnya.

Dalam babak final yang akan mempertemukan SMKN 2 Balikpapan dan SMAN 3 Samarinda yang berlangsung, Sabtu (3/8/2019) mendatang, dia ingin anak-anak asuhnya tak meremehkan lawan.

“Mental seperti ini tidak boleh ada dalam diri pemain. Seberapa pun lemahnya lawan, harus tetap bermain maksimal,” sebutnya. (K/qn/eny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button