Universitas Widya Gama Mahakam
Index Berita

Sulit Tarik Retribusi Dari Pasar Senaken, DPRD Paser Minta Pemkab Tegas

 

Paser, nomorsatukaltim.com – Pungutan retribusi di Pasar Induk Penyembolum Senaken, Kabupaten Paser, mendapat sorotan dari DPRD Paser. Pasalnya dalam dua tahun terakhir pemerintah daerah tidak dapat memungut retribusi sesuai ketentuan dari pasar tersebut.

Hal ini mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di ruang Bappekat pada Kamis (19/5/2022). Antara DPRD Paser dengan UPTD Pasar Induk Penyembolum Senaken. Rapat tersebut memang fokus pada pembahasan terkait kepengurusan dan pengelolaan pasar, serta pengaturan retribusi.

Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua II DPRD Paser, Fadly Imawan mengatakan, bahwa melihat yang telah terjadi selama ini, maka Pemkab Paser telah sangat dirugikan.  Fadly pun menginginkan ada kejelasan administrasi bagi pedagang.

“Informasi dari Kadisperindagkop kalau dalam dua tahun ini tidak bisa memungut retribusi. Kedepannya jangan sampai ini terjadi lagi. Harus ada ketegasan dari pemerintah Kabupaten Paser,” tegas Fadly.

Fadly menyebut kalau hingga saat ini ada 25 lapak yang dibangun oleh pihak swasta, pasca kebakaran pada 2018 lalu. Lapak tersebut dibangun di atas tanah milik pemerintah. Dan berada di dalam area pasar. Kemudian ada oknum yang meminta kepada pedagang untuk menebus biaya hak pakai bangunan. Juga meminta retribusi harian sebesar Rp 2 ribu.

“Semuanya resmi terdaftar di Disperindagkop. Mereka membayar melalui CV milik oknum tersebut sebelum menggunakannya,” jelas Fadly.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button