Nasional

Direktur Pengadaan Strategis PLN: Tutupi Biaya Kompensasi, Potong Gaji Pegawai

banner diskominfo kaltim

ilustrasi. (Ist)

Jakarta, DiswayKaltim.com – Ekses peristiwa pemadaman listrik masal berimbas ke internal PT PLN.

Direktur Pengadaan Strategis II PT PLN Djoko Raharjo Abumanan mengatakan, manajemen memutuskan akan memotong gaji pegawainya, untuk menutupi kompensasi pemadaman listrik.

Baca Juga

Djoko mengatakan, untuk membayar kompensasi pemadaman listrik ke pelanggan sebesar Rp 839 miliar, PLN tidak mengambil dari biaya subsidi APBN tetapi berasal dari dana perusahaan dan melakukan penghematan pengeluaran perusahaan. “Iya, makanya harus hemat nanti,” kata Djoko di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (6/8).

Menurut Djoko‎, salah satu pengeluaran yang bisa direm untuk kompensasi pemadaman listrik adalah memotong pendapatan pegawai. Hal ini menjadi pilihan, karena besaran gaji diberikan berdasarkan kinerja pegawai. Namun, dia belum bisa menyebutkan besaran potongan gaji.

“Gaji pegawai kurangi, karena gini di PLN itu namanya merit order, kalau kerja enggak bagus potong gaji,” tuturnya.

Djoko mengungkapkan, gaji yang dipotong bukan gaji dasar, tetapi gaji berupa tunjangan berdasarkan prestasi yang telah dicapai, potongan tersebut akan diberlakukan untuk semua pegawai.

“Namanya T2-nya diperhitungkan, jadi gini PLN ada tiga (jenis gaji), T1 gaji dasar, T2 kalau prestasi dikasih, kalau kayak gini nih kena semua pegawai,” tandasnya.

Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bagian Barat Haryanto WS pun sudah menyelesaikan hitung-hitungan terkait kompensasi yang akan diberikan kepada masyarakat akibat insiden pemadaman listrik terjadi di wilayah Jawa Barat, DKI dan Banten pada Minggu lalu.

Dia mengungkapkan, secara total dari jumlah pelanggan yang terdampak jumlah ganti rugi yang diberikan PLN yakni mencapai ratusan miliar rupiah.

“Jumlah pelanggan yang terdampak yang kami hitung adalah sekitar 22 juta pelanggan di Jawa Barat, DKI dan Banten, dan itu sudah kami mulai hitung mengenai kompensasinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kurang lebih Rp 865 miliar,” katanya di Jakarta, Selasa (6/8).

“Dan Insya Allah nanti kita akan langsung berikan kompensasi itu pada rekening Agustus yang dibayarkan bulan September,” tambahnya.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button