Nasional

BMKG Catat Ada 19 Gempa Bumi Skala Kecil di Madiun

banner diskominfo kaltim

DiswayKaltim.com – Badan Meteorologi, Klematologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi gempa bumi berskala kecil hingga 19 kali di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, selama kurun waktu lima jam terakhir sejak Sabtu pagi.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Yogyakarta, Agus Riyanto mengatakan, sesuai data, skala gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Madiun tersebut tercatat mulai dari 2,5 hingga 3,4 Magnitudo.

“Dari pukul 05.56 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan di wilayah Madiun dan sekitarnya. Hingga pukul 10.07 WIB telah terjadi 19 kejadian gempa bumi yang terekam oleh sensor,” ujar Agus dalam rilis BMKGYogyakarta pada wartawan, Sabtu (3/8/2019).

Baca Juga

Adapun gempa pertama terjadi pada pukul 05.56 WIB dengan kekuatan 2,8 Magnitudo. Pusat gempa berada di 8 km barat daya Kabupaten Madiun dengan kedalaman 5 km. Sedangkan gempa terbesar terjadi pukul 09.42 WIB dengan kekuatan gempa 3,4 Magnitudo.

Sementara itu gempa ke-19 terjadi pukul 10.07 WIB dengan kekuatan getaran 2,9 Magnitudo. Belasan kali gempa tersebut terjadi di darat di wilayah Kabupaten Madiun.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Guncangan gempa dirasakan dalam skala intensitas II MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Sementara, meski telah terjadi belasan kali gempa, sebagian besar warga Kota dan Kabupaten Madiun mengaku tidak mengetahuinya.

Gempa 7,4 Guncang Barat Daya Sumatera,  BPBD Sebut Berpotensi Tsunami

Sebelumnya, gempa juga mengguncang barat daya Sumatera, 147 km barat daya Sumur, Banten, yakni di Garis Lintang 7.54 LS, Garis Bujur 104.58 BT dengan kedalaman 10 km, disebut berpotensi tsunami.

BadanPenanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Yudi mengatakan, gempa terasa sangat kuat dan waktu lama gempa sekitar 5 sampai 10 detik. Ia juga menyampaikan, saat terjadi gempa masyarakat di sekitar Kabupaten Pandeglang berhamburan keluar rumah.

“Masyarakat panik dan keluar rumah. Jarak dengan sumber gempa sekitar 85 km,” ungkap Yudi lewat pesan singkat diterima INDOPOS, Jumat (2/8/2019).

Sampai saat ini, kata dia, BPBD Provinsi Banten sedang berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota. Dan ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang. “Gempa berpotensi tsunami,” tandasnya. (ant/bar/indopos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button