Nasional

Munas Golkar Terserah DPP, Airlangga Mau Maju Lagi

banner diskominfo kaltim

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Golkar Lalu Mara Satriawangsa (kanan). (Foto: ist)

Jakarta, DiswayKaltim.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar berhak menentukan waktu dan tempat Musyarawah Nasional (Munas).

Keputusan itu biasanya melalui mekanisme rapat pleno harian yang dipimpin langsung ketua umum. Seletah pleno harian lantas dilanjutkan dengan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar.

Baca Juga

Demikian yang ditegaskan mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Golkar Lalu Mara Satriawangsa dalam pernyataan kepada pers di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

“Pak Airlangga selaku ketua umum (Partai Golkar, Red) berhak untuk maju kembali. Tidak ada larangan di AD/ART yang menyebutkan ketua umum tidak boleh maju untuk kedua kalinya. Dan hak beliau untuk menyampaikan berbagai keberhasilan Partai Golkar di bawah kepemimpinannya,” tandasnya.

Wasekjen Golkar Periode 2009-2014 dan 2014-2015 itu menegaskan, biarlah pemilik suara, yakni DPD (Dewan Pimpinan Daerah) II, DPD I, ormas yang mendirikan, dan yang didirikan yang menilai. Apakah capaian Partai Golkar menyabet 85 kursi DPR ini sebagai sebuah keberhasilan atau sebaliknya.

Melihat perjalanan Partai Golkar selama empat tahun terakhir memang penuh dengan turbulensi. Pernah dalam sebuah survei disebut kursi Golkar di DPR tinggal tujuh persen.

“Tapi kenyataannya kan sekitar 12 persen, dan 14 persen kursi DPR. Menurut saya sebuah capaian yang tidak buruk, meski di bawah capaian pada Pileg 2014,” ucap Lalu Mara.

Menurutnya, Munas Partai Golkar harus dijadikan pesta demokrasi seluruh kader Partai Golkar dari Sabang sampai Merauke. Sebaiknya para kandidat yang ingin maju mendatangi seluruh DPD Provinsi untuk bersilaturahmi dan menyampaikan visi dan misinya dalam membawa Partai Golkar di era milenial ini.

“Sekarang yang terjadi adalah lebih banyak memanggil DPD ke Jakarta. Itu menurut saya mengurangi geliat organisasi di daerah,” katanya.

“Dan alangkah lebih baik bila masing-masing kandidat tidak membawa unsur di luar Partai Golkar. Rebutlah suara pimpinan daerah dengan visi dan misi. Bukan dengan menarik dukungan dari luar partai golkar,” lanjut Lalu Mara. (aen/indopos/eny)

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button