MetropolisSamarinda

DPRD Samarinda akan Sidak Berkala Pelaksanaan PTM

Samarinda, nomorsatukaltim.com –   DPRD Kota Samarinda akan mengawal pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Setelah pemkot mengizinkan 54 sekolah menggelar pembelajaran dalam kelas. Sebagai lembaga pengawas, DPRD bakal melakukan sidak berkala guna memastikan pelaksanaan PTM berjalan tanpa hambatan.

Penurunan level PPKM Kota Samarinda disambut dengan kembali dibukanya 54 sekolah. Dari tingkat TK hingga SMP. Penerapan PTM tersebut, masih harus diikuti dengan berbagai penyesuaian kebijakan. Mulai pembatasan peserta didik, durasi ajar, sampai ke urusan penyediaan fasilitas kesehatan dan sistem sanitasi.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar mengatakan sektor pendidikan menjadi prioritas mereka. Digelarnya lagi PTM disebutnya sebagai jawaban atas kebutuhan peserta didik dan orang tuanya. Lantaran pembelajaran daring yang berjalan hampir 2 tahun ini. Sedikit banyak berpengaruh pada penurunan kualitas pendidikan.

Baca Juga

Namun begitu, isu kesehatan sama sekali tak bisa dikesampingkan. Artinya, DPRD, sebagaimana Pemkot Samarinda. Menginginkan proses pembelajaran dilangsungkan di dalam kelas seperti sebelumnya. Namun menjaga para siswa dari paparan virus corona adalah hal yang harus dijalankan beriringan.

Sejauh ini, Deni menilai kesiapan sekolah yang diizinkan buka kembali sudah baik. Hal itu diketahui dari sidak yang DPRD lakukan beberapa waktu lalu. Di mana mereka mengecek satu sekolah dari tiap kecamatan.

“Pelaksanaan PTM sudah berjalan dengan baik. Prokes tetap dijalankan. Keterisian siswa dalam 1 kelas 50 persen. Lalu dibagi dua sistem (kelompok). Yang masuk kelas bergantian,” ucap Deni, Senin 4 Oktober 2021.

Yang perlu diperhatikan kemudian, siswa dilihat Deni masih perlu penyesuaian. Setelah sekian lama tidak merasakan bersekolah di dalam gedung. Kali ini mereka merasakannya, namun dengan situasi yang berbeda. Sehingga walau pelaksanaan prokes sudah bagus, PTM secara menyeluruh belum terlalu maksimal kebermanfaatannya.

Bagi Deni, ini hanya masalah waktu. Hal yang paling penting adalah sekolah harus konsisten menerapkan prokes tanpa kompromi.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button