Kanwil Kemenkumham Kaltim Periksa Kelayakan Instalasi Listrik Lapas dan Rutan

Antisipasi Kebakaran Seperti di Lapas Tangerang

SAMARINDA, nomorsatukaltim.com – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI merespons tragedi kebakaran hebat yang terjadi di Lapas Kelas I Tangerang. Hingga menewaskan 45 orang warga binaan pada Rabu (8/9/2021) lalu.

Seperti diketahui, dugaan sementara penyebab kebakaran yang terjadi pada dini hari itu akibat korsleting listrik. Oleh sebab itu, Menteri Yasonna Laoly menginstruksikan jajaran di bawahnya mengevaluasi maupun memperbaiki sistem instalasi kelistrikan di seluruh Lapas dan Rutan se-Indonesia.

Perintah ini pun turut ditindaklanjuti oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Kantor Wilayah (Kanwil) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara),  Jumadi.

Melalui media virtual, pihaknya memberikan pengarahan agar ada deteksi dini, hingga perawatan instalasi listrik. Serta penertiban jalur listrik liar di dalam kamar hunian warga binaan.

Pengarahan ini diikuti seluruh pejabat di Lapas dan Rutan se-Kaltimtara. Jumadi memastikan untuk melakukan perawatan hingga pencegahan.

“Saya meminta kepada seluruh kepala UPT Lapas dan Rutan untuk kembali mengevaluasi kondisi bangunan hingga instalasi kelistrikannya,” ucap Jumadi, Sabtu (11/9/2021) kepada nomorsatukaltim.com-Disway News Network (DNN).

Tak sekedar instruksi virtual, Jumadi juga mengaku telah turun langsung ke sejumlah Lapas dan Rutan beberapa waktu lalu, untuk dapat melakukan pengecekan. Didampingi Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIA Samarinda, Alanta Imanuel Ketaren.

Jumadi berkeliling ke titik vital instalasi hingga beberapa fasilitas umum, seperti dapur hingga kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).

“Instalasi listrik di lingkungan Rutan hingga kamar hunian sendiri sudah sejak beberapa bulan lalu kami lakukan peremajaan rutin,” timpal Alanta.

Alanta juga memaparkan, saat ini renovasi bertahap sedang dilakukan. Beberapa fasilitas umum dalam Rutan akan jadi objek renovasi selanjutnya.

“Untuk gedung perawatan berkala dilakukan berkelanjutan, saat ini kami sedang melakukan renovasi dapur. Karena dapur jadi sumber kehidupan bagi warga binaan kami,” tambahnya.

Lanjut Jumadi menyampaikan, evaluasi berkala seperti di Rutan Kelas IIA Samarinda memang wajib dilakukan. Guna antisipasi hal tak diinginkan.

Selain itu, Jumaidi mengaku tak hanya sekadar berkunjung, sebab ia juga menyerahkan beberapa bantuan dari Direktorat Jendral Pemasyarakatan, berupa delapan unit alat pemadam api yang bekerja otomatis.

“Bantuan Dirjen ini langsung kami tempatkan di beberapa titik rawan, seperti dapur, panel listrik, serta arena kamar hunian WBP, ” pungkas Jumadi. (aaa/zul)

Leave A Reply