Samarinda

Jembatan Mahakam Ditabrak Tongkang, Pertimbangkan Ganti Rugi sampai Sanksi

Sudah berkali-kali Jembatan Mahakam ditabrak kapal tongkang. Teranyar, kapal bermuatan batu bara kembali menyenggol pilar jembatan, Senin (30/8/2021). Aparat yang berwenang tengah menyelidiki kasusnya.

nomorsatukaltim.com – Seperti diketahui, kasus ini ditangani oleh Sat Polairud Polresta Samarinda. Pasca insiden,  kapal tongkang langsung ditahan. Pihaknya juga langsung memeriksa dua awak kapal. Mereka ialah MI (35) selaku kapten, dan YM (39) sebagai kepala kamar mesin (KKM).

“Rencananya hari ini (kemarin, Red.) kami meminta keterangan dari pihak agen atau perwakilan kapal, yang rencananya akan datang langsung dari Jakarta,” ungkap Kasat Polairud Polresta Samarinda AKP Iwan Pamuji, dikonfirmasi pada Selasa (31/8/2021).

Iwan menyampaikan hasil dari pemeriksaan kedua awak kapal tersebut. Disebutkan, Insiden tongkang menabrak Jembatan Mahakam itu terjadi pada pukul 06.30 Wita. Saat itu, kapal belum memasuki waktu pengolongan. Sehingga tugboat Intan Kelana 13 dan tongkang JKM Mahakam 2, berencana tambat sambil menunggu waktu pengolongan pada pukul 07.00 Wita.

Rencananya, tugboat dan tongkang hendak tambat di belakang Big Mall. Namun di saat kapal tugboat hendak melakukan manuver ke kiri, tiba-tiba mesin bagian kanan mati mendadak.

“Ternyata tali gas mesin putus. Kondisi tongkang melawan arus dan hanyut saat melakukan manuver atau haluan ke kiri. Saat itu mesin kanan mendadak mati,” jelasnya.

Keterangan yang disampaikan kedua awak kapal tersebut, sesuai dengan hasil pemeriksaan Sat Polairud Polresta Samarinda di kapal tugboat yang menarik tongkang.

“Setelah kita cek kemarin (Senin, Red.), memang pada tali gas mesin itu putus. Sehingga tongkang larut dan melintang. Saat mesin mati itu juga, lalu terjadi hentakan dari tali tongkang hingga putus,” sambungnya.

Saat tali putus inilah, tongkang kemudian semakin tidak terkendali terbawa arus. Tugboat sempat mengejar tongkang untuk ditarik kembali. Namun dikarenakan mesin bagian kanan mati, penarikan tongkang jadi tidak maksimal.

“Kapal terus hanyut dalam keadaan melintang dan menghantam jembatan,” bebernya.

Tongkang yang tak bisa dikendalikan kemudian menabrak bagian pilar. Menyebabkan abutmen atau substruktur yang berada di ujung bentang Jembatan Mahakam sampai pecah.

“Puingnya jatuh ke dalam tongkang, itu ada kami amankan,” ucapnya.

Iwan menambahkan, pasca kejadian, Sat Polairud Polresta Samarinda bersama dengan pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) mendatangi jembatan, mengecek bagian yang tertabrak.

“Jadi yang ditabrak itu abutmen pilar ketiga jembatan, itu terlihat ada benturan dan mengakibatkan abutmen pecah, itu jatuh ke tongkang puingnya,” ucapnya.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button