Samarinda

Anak Anggota DPRD Samarinda Beri ‘Jari Tengah’ ke Satgas COVID-19

SAMARINDA, nomorsatukaltim.com – Kejadian tak mengenakkan dialami Satgas COVID-19 Samarinda Ulu dan Satpol PP Samarinda. Saat melakukan operasi yustisi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di beberapa kafe dan rumah makan, Selasa (27/7/2021) malam lalu, mereka mendapat “jari tengah” dari salah satu pengelola. Aksi tak terpuji itu pun viral di media sosial.

Dari potongan video tersebut, nampak seorang pemuda tanpa menggunakan masker, mengacungkan jari tengahnya kepada petugas Satgas COVID-19. Diduga, pemuda tersebut adalah anak pemilik kafe yang berada di Jalan Kedondong, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kasubag Umum dan Kepegawaian Satpol PP Samarinda, Ananta Diri Nurba yang turut di dalam video tersebut, menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi malam itu.

Dikatakannya, saat itu dirinya sedang menyampaikan Instruksi Wali Kota Nomor 4 Tahun 2021. Diduga pengelola kafe tersebut sedikit kesal, lantaran masifnya penegakan protokol COVID-19 di tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian.

“Jadi saat itu saya sampaikan arahan ke pemilik (pengelola, Red.) kafe. Tapi saya tidak terlalu memperhatikan. Mungkin itu kekesalan dari para pengusaha atau pemilik kafe yang merasa terganggu,” ungkapnya.

Kejadian itu terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. Dari informasi yang beredar pula, diduga kafe tersebut merupakan milik anggota DPRD Samarinda dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Rofik.

Alhasil, aksi tidak terpuji dari pemuda yang tertangkap kamera sedang mengacungkan jari tengah kepada petugas Satgas COVID-19 itu pun belakangan ramai diperbincangkan.

Dikonfirmasi awak media, Abdul Rofik mengatakan apa yang terjadi saat operasi yustisi merupakan tindakan biasa.

“Kalau itu dalam kamus bahasa Indonesia dikategorikan pelanggaran baru. Kan biasa aja itu,” ungkapnya melalui sambungan telepon.

Rofik mengaku, dirinya tidak mengetahui secara pasti kejadian tersebut. Lantaran saat itu ia sedang beristirahat di dalam rumah.

“Adapun yang dilakukan anak saya, saya sendiri tidak tahu apa-apa. Cuman dibesar-besarkan,” imbuhnya.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button