Samarinda

Edarkan 1,5 Kilogram Sabu, Divonis hingga 12 Tahun

Fadhil Isryad dan Suwandy hanya tertunduk lesu sembari menghela napasnya, ketika mendengarkan bacaan amar putusan dari majelis hakim. Kedua terdakwa pengedar narkoba jenis sabu seberat 1,5 kilogram itu, akhirnya mendapatkan ganjaran hukuman berat.

nomorsatukaltim.com – Buntut dari perbuatannya mengedarkan kristal mematikan perusak generasi bangsa. Keduanya dijatuhi vonis hukuman pidana selama 11 dan 12 tahun kurungan penjara oleh majelis hakim, yang dipimpin Nugrahini Meinastiti, didampingi hakim anggota Parmatoni dan Muhammad Ibrahim Nur. Dalam persidangan yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Rabu (7/7/2021) siang.

Di dalam fakta persidangan, kembali disampaikan kronologi singkat sandungan perkara yang menjerat kedua terdakwa. Semua berawal saat Ditreskoba Polda Kaltim menerima informasi adanya transaksi narkoba dengan jumlah besar, yang akan berlangsung di Samarinda. Sejumlah petugas lantas dikerahkan guna melakukan penyelidikan.

Singkat cerita, setelah melakukan pemantauan, kedua terdakwa berhasil ditangkap tanpa perlawanan di kawasan Jembatan Mahkota II. Tepatnya di pintu masuk Tol Palaran Samarinda, pada Rabu (27/1/2021) malam, sekitar Pukul 19.30 Wita.

Baca Juga

Pada persidangan agenda tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suhardi dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, meminta agar majelis hakim dapat menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Fadhil selama 14 tahun penjara. Sedangkan terdakwa Suwandy selama 15 tahun penjara.

Setelah berjalannya serangkaian agenda persidangan, majelis hakim lantas menyatakan, kedua terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana narkotika. Terdakwa Fadhil Isryad dengan nomor perkara 344/Pid.Sus/2021/PN Smr, yang disidang terlebih dahulu dijatuhi hukuman selama 11 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar subsider 3 bulan kurungan.

“Terdakwa Fadhil dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 112 Ayat (2) Junto Pasal 132 Ayat (1) UU RI (Undang-Undang Republik Indonesia) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana dakwaan kedua,” ucap Ketua Majelis Hakim ketika membacakan amar putusannya.

Selanjutnya, Ketua Majelis Hakim Nugrahini Meinastiti menyatakan terdakwa Suwandy, dengan nomor perkara 345/Pid.Sus/2021/PN Smr secara sah dan meyakinkan bersalah. Melakukan tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button