Universitas Widya Gama Mahakam
Samarinda

Castro: Mending Selesaikan Perda Ketimbang Revisi Perwali Prokes

SAMARINDA, nomorsatukaltim.com – Sengkarut wacana revisi Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 43 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan. Atau Perwali Prokes. Masih terus berlanjut. Teranyar, pakar hukum tata negara, Herdiansyah Hamzah memberi sorotan tajam.

Menurut Herdiansyah Hamzah, upaya merevisi perwali itu hanya buang-buang energi saja. Karena toh, pada akhirnya, dengan keterbatasan cakupan hukum perwali. Tidak akan terlalu efektif mendisiplinkan warga Samarinda.

Karenanya kata Castro –sapaannya-, Pemkot  Samarinda sebaiknya lebih fokus pada penyusunan draft Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Protokol Kesehatan. Ketimbang mempertahankan perwali tersebut.

Baca juga: Revisi Perwali Prokes Samarinda Menggantung

Baca Juga

“Dalam berbagai kesempatan, saya sudah berkali-kali menyarankan agar penegakan disiplin protokol kesehatan ini diatur melalui peraturan daerah,” cetus pengajar Ilmu Hukum di Universitas Mulawarman itu.

Pengaturan dasar hukum penindakan terhadap pelanggar prokes melalui perda. Dinilai jauh lebih dapat memberikan jaminan kekuatan hukum yang memadai. Serta dapat menghindari potensi-potensi pelanggaran hak-hak warga.

Sebab, pidana denda sejatinya hanya boleh diatur melalui undang-undang negara dan peraturan daerah. Meskipun, kata dia, perwali tetap harus dipatuhi. Karena niatnya menegakkan disiplin warga dalam status kejadian luar biasa. Hanya saja, mesti dipahami bahwa hal tersebut berpotensi melanggar hak-hak warga negara.

Alasan itu yang membuatnya mendorong pemerintah kota, agar lebih mengejar penyelesaian penyusunan draft revisi Raperda tentang Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan. Daripada memprioritaskan perubahan isi Perwali Prokes yang dikeluarkan wali kota sebelumnya.

Baca juga: Revisi Draft Raperda Prokes Juga Belum Beres

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button