Samarinda

Tergiur Perhiasan Imitasi, Wanita Penghibur Dianiaya Pelanggannya

Samarinda, NomorSatuKaltim.com – Sehabis bekerja bukannya langsung pulang temui anak istri, W (38) malah pergi bermain judi. Sudah kalah judi, sisa uang yang ada bukannya disimpan, justru digunakannya untuk melampiaskan nafsu seksualnya.

W dengan sengaja singgah ke kedai yang biasa disebut kopi pangku, di kawasan Jalan Poros Samarinda – Tenggarong, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (22/11/2020) pukul 04.00 Wita.

Tujuannya ke sana guna mendapatkan wanita pekerja seks komersial (PSK) untuk memuaskan nafsunya. W pun berkenalan dengan salah satu PSK yang ada di sana. Tawar menawar pun dilakukan. Setelah harga disepakati, W langsung masuk ke kamar untuk melangsungkan eksekusi.

Di dalam kamar, W sudah ditemani oleh seorang wanita penghibur –sebut saja Bulan. Untuk sekali tembakan, W hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 200 ribu saja.

Baca Juga

“Setelah berkenalan, kemudian terjadi transaksi untuk ngamar. Tapi saat di kamar, dia (W) tidak langsung bersetubuh tapi minta untuk (maaf) dioral dulu,” kata Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan saat ditemui di Mapolsek Samarinda Ulu, Senin (23/11/2020).

Namun, hanya kurang dari lima menit, W sudah sampai pada puncaknya. Setelah memuaskan hasrat W, Bulan pun menuju toilet untuk membersihkan dirinya. Namun, siapa sangka selama mendapatkan pelayanan seks, W rupanya memiliki pemikiran lain.

Sedari tadi, matanya ternyata hanya memperhatikan perhiasan yang dikenakan Bulan. Niatan untuk memiliki perhiasan si kupu-kupu malam terbersit di pikirkannya. Terlebih pria hidung belang itu tengah terlilit utang karena kalah berjudi.

Untuk melancarkan aksinya, W berniat untuk membuat Bulan pingsan terlebih dahulu. Berbekal palu yang berada di dalam kamar, W memukul tekuk leher Bulan yang sedang mandi.

“Saat dipukul korban langsung berteriak. Karena panik, tersangka kembali memukul kepala serta tubuh korban berkali-kali menggunakan palu, sampai korban tergeletak dan bercucuran darah. Setelah itu mencoba kabur,” beber Ridwan.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button