Metropolis

Nasib Guru PPPK Menggantung, Lulus Seleksi Tapi SK Belum Terbit

Iklan Ucapan Selamat Rektor Unmul

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Nasib guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kaltim dirundung ketidakpastian. Meski dinyatakan lulus seleksi namun surat keputusan (SK) pengangkatan tak kunjung diberikan.

Diketahui pemerintah pusat menetapkan 4.223 kuota guru PPPK untuk Kaltim. Kaltim sendiri kini kekurangan sekitar 2.222 orang guru. Lalu dibukalah pendaftaran seleksi guru PPPK, di mana dari 4.442 calon guru yang mengikuti pendaftaran seleksi itu, cuma 2.045 yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Sebanyak 2.045 peserta lolos seleksi itu kemudian mengikuti computer assisted test (CAT). Tahap pertama yang lulus berjumlah 688. Tes tahap kedua yang lulus 513 orang. Sehingga total yang lulus untuk menjadi guru PPPK berjumlah 1.201. Sekarang sedang tahap pemberkasan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kaltim.

Baca Juga

Persoalannya saat ini SK pengangkatan guru-guru yang lolos tahap pertama tadi belum kunjung keluar. Sementara provinsi lain sudah.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim tidak bisa berbuat banyak. Wewenang Disdikbud Kaltim cuma sampai tahapan seleksi. Soal administrasi berupa pengangkatan kepegawaian langsung diambil alih pemerintah pusat.

“Kami hanya lakasanakan kegiatan tes yang itu pun dipandu oleh pusat, soalnya juga dari pusat. Kami hanya membantu mengawasi pelaksanaan tes,” ucap Kepala Disdikbud Kaltim Anwar Sanusi kepada nomorsatukaltim.com –  Disway National Network (DNN), Minggu (27/3/2022).

Kelengkapan peserta yang dinyatakan lulus pun langsung diserahkan kepada BKD Kaltim. Untuk selanjutnya diteruskan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Guru-guru yang dinyatakan lulus tadi juga sudah menyerahkan berkas ke BKD. Dan saat ini tinggal menanti SK keluar.

“Jadi lebih lanjutnya di BKD (Kaltim), dari Disdik, kami sudah selesai tanggung jawab,” tutup Anwar.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button