PKL Pandansari Bubar Teratur, Enggak Pakai Ribut

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Sejumlah PKL Pasar Pandansari Balikpapan, terpantau telah menutup lapaknya dengan tertib, Minggu (26/9/2021).

Sejumlah personel Satpol PP Balikpapan memang sudah bersiaga. Dan memastikan tidak ada pelapak yang nekat berjualan di fasilitas umum maupun fasilitas sosial lainnya.  Pemkot Balikpapan sendiri telah mengeluarkan kebijakan agar para pelapak liar dapat berjualan di fasum dengan kurun waktu yang ditentukan.

Kepala Satpol PP Balikpapan, Zulkifli melalui Kabid Trantibum Satpol PP Balikpapan, Susarno mengatakan, waktu untuk berjualan sudah diatur.

“Tidak ada barang, tidak ada aktivitas. Barangnya dan aktivitasnya itu ditaruh di tempat yang tidak menganggu lalulintas,” ujar Susarno di sela penertiban.

Menurut Susarno, para pedagang liar dapat membubarkan diri dengan tertib. Baginya menjadi pemahaman oleh pelapak lain agar menjalankan kesepakatan yang diteken bersama.

“Alhamdulillah mau memahami. Tapi memahami jangan sesaat,” jelas Susarno lagi.

Lebih lanjut Susarno mengatakan, persoalan pelapak di wilayah Pasar Pandansari Balikpapan membutuhkan solusi. Namun dengan nekat berjualan di fasum dan fasos bukanlah satu solusi, hanya saja Pemerintah masih memberi toleransi kepada para pelapak dengan tenggat waktu yang sudah ada.

“Jualan di fasum itu bukan solusi. Kita Pemerintah dibilang melanggar hak, padahal dia sendiri melanggar hak asasi pengguna jalan lain,” tegasnya.

Sehingga ia berharap, ada kerjasama yang baik antara pedagang dengan Pemerintah Kota agar menjalin situasi kondusif. Tak bukan demi kenyamanan bersama di lingkungan Pasar Pandansari.

“Maunya kan sama-sama enak dan biar kondusif. Jadi saling memahami antara petugas dan pelapak ini,” tutupnya.

Seperti diketahui, pada Sabtu (25/9/2021) kemarin aksi penolakan dan lemparan berupa sayur-sayuran sempat terjadi saat para petugas hendak menertibkan pelapak yang berada di fasos dan fasum.

Namun, untuk menghindari bentrokan antara pelapak dan petugas Satpol PP, Satpol PP memilih mundur sembari melakukan dialog dengan para pelapak.  Dan Minggu (26/9) kemarin, seluruh PKL sudah dapat mentaati kesepakatan yang dibahas. (bom/boy)K

Leave A Reply