KIM, Kelompencapir di Era Digital

Informasi sehat yang beredar di tengah masyarakat punya peran penting dalam membangun bangsa. Karena itu dibutuhkan peran serta masyarakat untuk membangun komunikasi ‘bergizi’ di ruang publik. Inilah pokok dialog Ngopi Sore yang menghadirkan pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Kamis, 23 September 2021.

Nomorsatukaltim.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) KIM Nusantara, Bobbin Nila Prasanta Yudha, memberi gambaran perannya dalam dialog yang dipandu Kiki Marietha.

“Di era Orde Baru, ada Kelompencapir. Banyak angotanya petani dan nelayan. Sekarang pola informasi berubah, diseminasinya juga berubah. Sekarang banyak menggunakan teknologi inforasi. Di sinilah kami hadir,” kata pria yang akrab dengan sapaan Cak Boni itu.

Cak Boni menambahkan, ada 3 tujuan besar KIM. Yaitu sebagai jembatan informasi masyarakat dengan pemerintah. Sekaligus jembatan informasi pembangunan pemerintah ke masyarakat.

Yang kedua, kelompok ini ingin popular disebut netizen yang dibina pemerintah pusat maupun desa. “Dan fungsi ketiga kami sebagai agen perubahan. Di mana apa yang dikerjakan harus punya nilai tambah,” jelasnya dirilis Disway Kaltim.

Ia memberi gambaran, jika ada potensi desa wisata, maka akan mempromosikan. Termasuk UKM produk kuliner, handicraft dan sebagainya. “KIM jadi garda terdepan untuk promosi dan branding. Itulah misi kami, yakni sosial kemasyarakat,” jelasnya.

Cak Boni pun mengatakan, organisasi nya terbentuk atas dasar kerisauan bagaimana komunikasi publik dari tingkat pemerintah pusat ke tingkat pemerintah daerah hingga pemerintah paling bawah di tingkat desa.

Pekerjaan rumah besar yang dianggap Cak Boni, bagaimana membentuk KIM tingkat provinsi diseluruh Indonesia, dengan total 34 provinsi. Paling tidak target awal sebanyak 50 persen plus 1 provinsi wajib terbentuk secepatnya.

KIM Nusantara yang ada di pusat pun tidak bisa bekerja santai. Bagaimana mlsaling berkoordinasi ke masing-masing provinsi. Tingkat provinsi, khususnya di Kaltim untuk membentuk KIM tingkat kabupaten dan kota yang berjumlah 10 daerah.

“Keinginan kami informasi dari pusat ke daerah itu tercapai,” harap Cak Boni lagi.

Cak Boni pun mendorong Kaltim dapat mengajak kolaborasi semua pihak. Entah itu, menggandeng pemerintah daerah, hingga badan usaha milik daerah (BUMD). Bagaimana menyentuh masyarakat, membantu masyarakat.

Ujung-ujungnya meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah. Dengan secercah harapan Cak Boni, sebanyak 74 ribu desa yang ada di Indonesia dapat saling berkoordinasi membangun masyarakat itu sendiri.

“Harapan kami bisa menjadi partner dan penyambung lidah kepentingan masyarakat kepada pemerintah, begitupun sebaliknya,” pungkas Cak Boni.

Sementara itu, Ketua KIM Kaltim, Arief Kaseng, mengaku siap mengemban tugas berat. Bagaimana memperkenalkan peran dan fungsi KIM di tengah-tengah masyarakat. Bagaimana menyampaikan jika KIM memang dibentuk dari, untuk dan oleh masyarakat itu sendiri.

Terlebih mendekati perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) Baru ke Kaltim. Peran aktif KIM dianggap menjadi salah satu peran utama dalam meningkatkan mutu sumber daya masyarakat (SDM). Sehingga masyarakat Kaltim tidak hanya menjadi penonton, tapi menjadi pemeran dalam pembangunan IKN itu sendiri.

Bak gayung bersambut, pembentukan KIM Kaltim dianggap respon cepat Diskominfo Kaltim. Bahkan kini mendapat beban berat, tahun 2022, setidaknya 6 kabupaten dan kota di Kaltim bisa segera terbentuk.

“Tugas berat kami bersama, tugas membentuk KIM kabupaten dan kota di Kaltim,” ungkap Arief.

Terdekat,  Arief bakal mendorong terbentuknya KIM di Kutai Barat (Kubar), Balikpapan, Mahakam Ulu (Mahulu). Bagaimana mencoba menjelajah daerah terjauh untuk merangkul semua daerah.

Berbicara terkait bagaimana membentuk KIM ditingkat kabupaten dan kota. Arief menyebut cukup simpel dan mudah. Suka jalan, dan mampu bekerja ikhlas. Itu yang terpenting.

Karena tugas KIM merupakan wadah untuk menjembatani antara masyarakat dan pemerintah. Dan tentunya memiliki izin pemerintah yang kemudian menuju Diskominfo.

“Tentunya anggota harus mempunyai tujuan untuk membangun masyarakat,” lanjut Arif.

“Harapannya kini, bagaimana dalam setahun kedepan, 10 kabupaten dan kota bisa terbentuk KIM tingkat kabupaten, kedepan mudahan tercapai,” pungkasnya lagi. Ngopi Sore merupakan program dialog mingguan hasil kolaborasi Diskominfo Kaltim, Harian Disway Kaltim dan situs berita nomorsatukaltim.com. *MRF/YOS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave A Reply