Metropolis

Pihak Perusahaan Tongkang Diberi Sanksi Perbaikan Jembatan Dondang

Iklan Ucapan Selamat Rektor Unmul

Samarinda, NomorSatuKaltim.com – Pihak perusahaan pemilik tongkang batu bara penabrak Jembatan Dondang, di Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, akhirnya mendapatkan sanksi tegas. Mereka diminta untuk bertanggung jawab melakukan perbaikan.

Saat ini, biaya dampak dari benturan keras di jembatan dengan bentang 840 meter itu sedang dihitung oleh Dinas PUPR Kaltim. Diperkirakan, akan menghabiskan biaya milyaran rupiah.

Hal itu terungkap, setelah Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim menggelar hearing dengan Dimas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltim, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kuala Samboja, serta instansi terkait, Senin (8/3/2021) sore.

Pertemuan tersebut membahas insiden tongkang batu bara yang menabrak pilar Jembatan Dondang di Muara Jawa, Kukar pada Selasa (2/3/2021) lalu. Padahal sekitar tiga bulan sebelumnya, kejadian serupa sempat terjadi dan menimbulkan kerusakan pada jembatan.

Baca Juga

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud menyebutkan retaknya Jembatan Dondang kali ini lebih parah dari sebelumnya. Ia menjelaskan salah satu tiang pancang jembatan, yaitu pilar 12 mengalami retak cukup parah selebar 3 inci.

Ditambah lagi pilar tersebut tidak memiliki pengaman atau abutmen. Atas kejadian tersebut, ia mengatakan pemilik tongkang siap bertanggung jawab.

Hasan, sapaan karib legislator dari Fraksi Golkar ini mengatakan sanksi tegas akan dijatuhkan kepada perusahaan yang lalai. Di satu sisi, ia meminta KUPP Kuala Samboja agar memperketat regulasi atau SOP pelayaran di kawasan sekitar Jembatan Dondang.

Untuk menjamin agar kejadian serupa tak terulang lagi ke depannya, Hasan menyebutkan salah satu solusinya adalah dengan adanya biaya asuransi. Perusahaan yang mengoperasikan tongkang batu bara cukup dengan membayar pandu tunda.

Jika ada tongkang yang menabrak Jembatan Dondang, maka perusahaan tidak lagi diwajibkan membayar ganti rugi dua kali lipat. Karena telah tersedia biaya asuransi.

“Salah satu solusinya adalah mengasuransikan. Nilainya tidak besar mungkin Rp 1 – 2 miliar. Jadi setiap kapal lewat dia bayar sudah assist tunda, sekaligus asuransi. Nanti asuransi lah yang menanggung kalau terjadi insiden,” tegasnya.

Hasan menjelaskan sebetulnya sudah ada rambu-rambu navigasi arus pelayaran di sekitar Jembatan Dondang, seperti lampu dan sebagainya. Namun, karena tali tambat ponton putus dari kapal pemandu dan tidak ada yang menjaga, tongkang pun menabrak tiang pancang.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button