HLMetropolis

Karst Sangkulirang-Mangkalihat Disurvei, Segera Jadi Kawasan Geopark

Tim Verifikasi Warisan Geologi, dari Pusat Survey Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM melakukan verifikasi lapangan terhadap Karst Sangkulirang-Mangkalihat. Mimpi Kalimantan Timur memiliki taman bumi, tinggal menghitung hari.

nomorsatukaltim.com – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Christianus Benny menyebut penetapan kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat (KSM) sebagai kawasan terpadu geopark segera terwujud.

Langkah itu mendekati kenyataan setelah Tim Verifikasi Warisan Geologi, dari Pusat Survey Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM melakukan eksplorasi dan verifikasi KSM.

“Hasil verifikasi itu, nantinya akan dibawa untuk menjadi rujukan di Kementerian  ESDM,” jelas Christianus Benny, Senin (22/2/2021).

Penetapan geopark itu, akan menguntungkan Kaltim. Dengan penetapan itu, maka KSM akan menjadi pusat pendidikan, pariwisata, serta konservasi. Penetapan ini, juga diklaim akan menjadi yang pertama di wilayah Kalimantan.

Dengan verifikasi ini, mala proses penetapan sudah berjalan 80 persen. “Artinya penetapan geopark bisa selesai tahun ini,” ujarnya.

Geopark KSM menjadi prioritas Dinas Energi Sumber Daya Minerak saat ini. Searah dengan program pengembangan pusat informasi dan penetapan warisan geologi. Dari pemerintah pusat.

Pemerintah dapat mengembangkan KSM ke banyak sektor. Mulai dari sektor pariwisata berbasis konservasi dan ekologi lingkungan. Sektor kehutanan berbasis perhutanan sosial, sektor ESDM berbasis pemanfaatan energi terbarukan. Dan sektor pendidikan terkait nilai pra sejarah.

Sehingga, dalam pengelolaannya nanti, ia akan menggaet semua pihak untuk terlibat. Mulai dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, para pemangku kepentingan, pihak swasta, dan masyarakat sekitar.

“Kita bisa minta pihak swasta, pemilik  pertambangan dan usaha kayu terdekat menjalankan program CSR mereka. Misalnya menyumbang 3 ekor sapi untuk 1 KK. Nanti bisa kita kembangkan peternakan sekaligus biogas di situ,” ungkap Benny menyampaikan rencananya.

Lubang-lubang bekas tambang, juga bisa dimanfaatkan untuk budidaya perikanan. Kemudian, di permukaan airnya, dapat dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung. Prinsipnya, menurut Benny, adalah bagaimana menciptakan  kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dengan teknologi yang saling terpadu. Sehingga, dapat menunjang pekerjaan berkesinambungan.

“Karena kita harus menyejahterakan masyarakat sekitar geopark. Supaya mereka membantu menjaga,” tuturnya. Dengan dibukanya KSM sebagai kawasan Geopark. Ada kekhawatiran akan risiko kerusakan alam. Hal itu ditampik Benny. Pemerintah sudah mengantisipasi hal tersebut. Dalam rencana induk geopark. Sudah diatur upaya pengawasan dan mitigasi ancaman kerusakan alam.

Grafis: Putri/Nomor Satu Kaltim

JALAN PANJANG

Senior Manager Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Kaltim, Niel Makinuddin menjelaskan proses pengkajian awal terkait potensi ilmiah dari ekosistem KSM sudah dimulai sejak 2004 silam. Melibatkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan beberapa akademisi. Kegiatan serupa sudah pula dilakukan oleh beberapa peneliti dalam negeri dan mancanegara.

Kajian lebih intensif dilakukan kembali pada tahun 2017 melalui dukungan Tropical Forest Conservation Act (TFCA). Yang dilakukan oleh kolaborasi Kelompok Study Karst Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Mulawarman (Unmul). Kajian tersebut menghasilkan dokumen Master Plan. Yang memuat aneka potensi dalam ekosistem KSM.

Usaha perlindungan KSM, dimulai pada 2010. Diinisiasi Bersama oleh Dinas (DLH) Kaltim dan Dinas Kehutanan. Proses ini kemudian melahirkan Peraturan Gubernur Nomor 67 Tahun 2012 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem KSM di Kabupaten Kutai Timur dan Berau. Dengan total luasan ekosistemnya mencapai 1.8 juta hektar.

“Dalam Pergub itu, dilampirkan peta indikatif, bukan definitif. Karena kewenangan definitif perlindungan karst adalah kewenangan Menteri ESDM. Seluas  355.481 hektar,” jelas Niel kepada Disway Kaltim dan nomorsatukaltim.com, Senin (22/2/2021).

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button