MetropolisSamarinda

Sedimentasi Waduk Benanga Samarinda Meninggi, Butuh Solusi Konkret

Kondisi Waduk Benanga, Senin(1/5). Pasca banjir, waduk justru alami sedimentasi. (Azis/Disway Kaltim)

Samarinda, DiswayKaltim.com РWaduk Benanga di Kelurahan Lempake kembali alami sedimentasi. Pasca banjir besar yang melanda  Kota Tepian.

Hal tersebut dikarenakan ketika hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Jumat (22/5) lalu. Dimana limpasan air dari Utara Samarinda yang masuk ke waduk turut membawa sedimentasi berasal dari pembukaan lahan.

Baca Juga

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda pun punya kajian. Terkait peyebab babjir.  Selain akibat curah hujan juga dibarengi dengan pasang air Sungai Mahakam. Sekretaris BPBD Kota Samarinda, Hendra AH menuturkan, selain dua permasalahan tersebut, persoalan lainnya adalah pendangkalan dan penyempitan di Waduk Benanga Lempake dan Sungai Karang Mumus (SKM).

“Untuk Waduk Benanga dulunya memiliki luasan 380 hektare, sekarang hanya 20 hektare saja. Lalu sebagian wilayah tersebut ditumbuhi gulma dan sedimentasi, jadi daya tampungnya berkurang,” kata Hendra, Senin (1/6).

Dari hasil pantauan udara, BPBD mendapati kondisi waduk yang mengalami perbedaan warna ketika tengah menampung air. Limpasan air bewarna kecoklatan datang dari hulu sungai DAM, sub sungai hulu Waduk Benanga. Dimana keduanya terjadi pembukaan lahan.

“Dari pantauan menggunakan helicopter BPBD, air berwarna kecoklatan itu membawa sedimentasi. Yang tentunya berdampak pada penebalan sedimen di waduk,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pengamatan BPBD juga mendapati adanya aktiitas tambang di wilayah hulu waduk. Sehingga menambah pendangkalan pada Waduk Benanga akibat masuknya material tanah. “Waduk Benanga ini kan menampung aliran air dari Muara Badak, Pampang dan sekitarnya,” imbuhnya.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button