HLMetropolis

Lab COVID-19 di Kaltim Belum Masuk Rujukan Kemenkes RI

Samarinda, DiswayKaltim.com – Perangkat laboratorium penguji swab COVID-19 sudah siap di beberapa rumah sakit di Kalimantan Timur (Kaltim). Namun, secara teknis masih belum dicek oleh Kemenkes RI dan belum menjadi rujukan untuk melakukan uji swab.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kaltim Andi M Ishak menyebutkan satu alat Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sudah terpasang di RS Pertamina Balikpapan. Alat itu bantuan dari BUMN. Kamis kemarin RSPB meresmikan PCR itu. Diresmikan oleh Arya Sinulingga, staff khusus Kementerian BUMN. Namun untuk sementara belum bisa menguji sampel dari luar.

Menurut Andi, hingga saat ini, belum ada persetujuan dari Kemenkes RI melalui Balitbangkes, agar alat laboratorium di Kaltim tersebut diizinkan beroperasi. “Ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar alat itu mendapat pengakuan,” kata Andi.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim menginginkan agar Bumi Etam bisa cepat melakukan pengujian swab di laboratorium. Untuk mempercepat kepastian hasil swab. Karena selama ini Diskes masih bergantung kepada Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Prosesnya cukup memakan waktu dan harus menunggu antrean. Sehingga penanganan kasus corona belum bisa berjalan cepat.

Disebutkan Andi, selain di RS Pertamina, alat yang mampu mendeteksi virus corona sudah ada juga di UPTD Laboratorium Kesehatan Diskes Kaltim. Hasil pengadaan Pemerintah Provinsi Kaltim. Alat ini sudah datang pada 8 Mei lalu bersamaan dengan catridge COVID-19 untuk tes cepat monukuler (TCM) TBRO di  RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan.

Informasi terbaru. TCM di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan sudah mulai melakukan tes swab. Kemarin Pemkot Balikpapan sudah mulai merilis hasilnya. Selasa lalu, tes cepat molekuler (TCM) ini sudah difungsikan. Alat TCM ini diklaim lebih cepat dibandingkan PCR (polymerase chain reaction). Hanya butuh 45 menit hasil pemeriksaan dapat diketahui. Direktur RSKD dr Edy Iskandar menyebutkan, alat ini memangkas waktu pengujian swab.

Sebelumnya, untuk menunggu hasil perkembangan penderita reaktif dan positif hingga benar-benar tuntas membutuh waktu lebih dari 30 hari. Hanya menunggu hasil uji swab dari Jakarta atau Surabaya. Maka kini Edy memastikan hasil uji swab sampai dengan perawatan isolasi pasien terkonfirmasi positif, hanya dalam 20 hari.

Ia memastikan tenaga medis yang bertugas mengoperasikan TCM sudah dilatih Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ruang laboratorium TCM juga tersedia. “TCM itu yang selama ini dipakai untuk pemeriksaan HIV,” ujarnya.

TCM yang Edy maksud sudah di-upgrade. Sebelumnya alat ini juga biasa digunakan untuk pasien tuberculosis (TB). Dan saat ini telah terkonfirmasi dapat mendeteksi virus corona. Pemeriksaan akan menggunakan swab tenggorokan pasien. Serta menggunakan cartridge khusus. Untuk mengidentifikasi RNA pada virus corona.

Yang menjadi kendala, pemeriksaan melalui TCM masih sangat terbatas. Dan tergantung ketersediaan cartridge. Saat ini baru tersedia 60 cartridge. Yang merupakan bantuan dari Kemenkes. Ia menyebut, hanya bisa memeriksa 12 sampel per hari. Supaya TCM tidak cepat rusak. Sedangkan untuk satu pemeriksaan membutuhkan satu cartridge. “Jadi kalau kami dapat 60 unit, hanya untuk 60 pemeriksaan,” urainya.

Karena jumlah cartridge terbatas, pelayanan sementara diberikan untuk pasien di Balikpapan, PPU, dan Paser. Untuk daerah lain, bisa mendapatkan pemeriksaan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Saat ini TCM diprioritaskan untuk PDP. “Biaya sekali periksa sekitar Rp 1,5 juta. Makanya tidak digunakan untuk pemeriksaan mandiri,” ujarnya.

Di RSUD Abdul Wahab Syahranie (AWS) Samarinda, juga sudah dilakukan pengadaan reagen PCR. Sebanyak 1.440 pieces. Reagen ini untuk mendukung operasional PT-PCR HIV yang ada di rumah sakit tersebut. Namun, alat ini masih tertahan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Masih harus menunggu slot penerbangan agar bisa dikirim ke Kaltim. “Semoga beberapa hari ini, reagen itu sudah sampai di Samarinda. Sehingga alat PT-PCR di RSUD AWS bisa beroperasi,” terangnya.

Selain alat PT-PCR, ada juga catridge COVID-19 yang akan diberikan kepada RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan. Sebanyak 60 pieces. Alat tersebut akan diinstal di TCM-TBRO. Untuk melakukan uji swab.

Kementerian kesehatan juga sudah melakukan pengiriman catridge TCM untuk tahap berikutnya. Rencananya minggu ini. Nantinya, juga akan diterimakan di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan. Untuk menambah catridge sebelumnya.

Tidak hanya untuk rumah sakit itu. Tapi, catridge TCM berikutnya yang akan dikirim oleh Kemenkes akan dibagi dengan RSUD Abdul Rivai Berau dan RSUD Kudungga Kutai Timur. Untuk alat ini, Diskes memang memprioritaskan daerah yang jauh dari jangkauan Diskes Kaltim. Agar mempercepat proses pemeriksaan pasien kategori ODP, PDP dan Orang Tanpa Gejala (OTG) di daerah tersebut.

“Meskipun jumlahnya sangat terbatas. Tidak bisa dalam jumlah besar dalam sehari. Setidaknya dapat mempercepat untuk daerah yang jauh dari Samarinda dan Balikpapan,” tegasnya.

Artinya, di Kaltim sudah ada tiga laboratorium yang memiliki alat PT-PCR. Dan beberapa alat PCM yang tersebar di beberapa rumah sakit yang bisa digunakan untuk pemeriksaan laboratorium. Jika ini berjalan semua Diskes Kaltim bisa dengan cepat melakukan pengecekan kepada pasien.

Humas Balitbang Kemenkes Dian menuturkan, pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) atau swab test sudah bisa dilakukan di daerah. Penunjukan laboratorium di daerah untuk melaksanakan pemeriksaan PCR COVID-19, menurut Dian, sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes). Pada awalnya hanya bisa dilakukan di laboratorium badan Litbang saja. “Laboratorium PCR terus dikembangkan, sesuai Kepmenkes,” ujar Dian kepada INDOPOS, Disway News Network (DNN).

Ia menyebutkan, jumlah spesimen harian yang diperiksa oleh jejaring laboratorium pemeriksa COVID -19 per 8 Mei lalu di atas 7 ribu sampel. Kemudian pada 10 Mei lalu sebanyak 6 ribu sampel. “Kami selalu update spesimen sampel secara nasional. Hingga 11 Mei lalu ada 71 laboratorium rujukan yang bisa melakukan pemeriksaan PCR,” katanya.

Namun dari data yang diperoleh Disway Kaltim, rumah sakit di Kaltim belum ada yang masuk menjadi rujukan dari Kemenkes RI untuk melakukan uji swab COVID-19. (mic/nas/dah)

Daftar Laboratorium Pemeriksa COVID -19 sesuai Kepmenkes Per 11 Mei lalu.

1.Labnas Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

2.BBTKLPP Jakarta

3.BBTKLPP Surabaya

4.BBLK Palembang

5.BBLK Makassar

6.BBLK Jakarta

7.BBLK Surabaya

8.Balai Litbangkes Papua

9.BBTKLPP DIY

10.Labkesda DKI Jakarta

11.Lembaga Biologi Molekular Eikman

12.Laboratorium Mikrobiologi Klinik FK UI

13.Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga

14.B2P2VRP Salatiga

15.Balai Litbangkes Aceh

16.RSUD Provinsi NTB Mataram

17.RS Universitas Udayana Denpasar

18.RSUP Sanglah Denpasar

19.RSUP Prof. RD Kandou Manado

20.RS Universitas Hasanudin Makassar

21.RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar

22.RS Universitas Tanjungpura Pontianak

23.RS Universitas Brawijaya Malang

24.RS Universitas Airlangga Surabaya

25.RSUD Dr. Soetomo

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button