Universitas Widya Gama Mahakam
Metropolis

Tuai Pro dan Kontra, Lokasi Ibu Kota Negara Ancam Teluk Balikpapan

Merah Johansyah (Istimewa)
Samarinda, DiswayKaltim.com – Pro dan kontra terjadi paska keputusan Presiden Joko Widodo memindahkan ibu kota negara ke Kaltim. Keputusan itu menuai respon negatif dari aktivis lingkungan.

Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Merah Johansyah mengatakan, sejak Jokowi mengumumkan rencana pemindahan IKN, tidak diikuti dengan publikasi kajian ilmiah.

Kata dia, kajian tersebut bukan saja soal besaran anggaran yang disiapkan untuk IKN. Namun juga memuat beban lingkungan dan budaya masyarakat jika terjadi eksodus sekitar satu juta orang ke Kaltim.

Baca Juga

“Rencana pemindahan ibu kota jelas serampangan dan bisa jadi hanya ambisi satu orang,” katanya.

Dia menduga, pemindahan IKN hanya akan menguntungkan pemilik konsesi pertambangan batu bara dan penguasa lahan skala besar di Kaltim.

Merujuk data Jatam Kaltim, terdapat 1.190 izin usaha pertambangan (IUP) di Kaltim. Jika diurai, terdapat 625 izin di Kutai Kartanegara (Kukar).

Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang mengungkapkan, rencana ini diduga menguntungkan Hashim Djojohadikusumo. Pasalnya, adik kandung Prabowo Subianto itu menguasai ribuan hektare lahan di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button