Metropolis

Terangi Beranda Negara, PLN “Setrum” Desa Long Midang

banner diskominfo kaltim

Nunukan, Disway Kaltim.com – PLN Kaltimra “memerdekakan” masyarakat Desa Long Modang, Krayan, Kabupaten Nunukan dengan masuknya jaringan listrik ke beranda negara tersebut.

Untuk pertama kalinya sejak Republik Indonesia merdeka, harapan warga untuk bisa menikmati listrik PLN akhirnya terwujud seiring dengan dirampungkannya proyek pembangunan infrastruktur kelistrikan PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (PLN UIW Kaltimra).

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid bersama Djoko Dwijatno selaku General Manager PLN UIW Kaltimra berkesempatan meresmikan dengan secara simbolis menyalakan kWh meter di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Midang Krayan.

Baca Juga

Setelah sebelumnya melaksanakan upacara bendera peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di halaman PLN Kantor Pelayanan Krayan desa Long Midang Krayan, Sabtu (17/8/2019).

“Alhamdulillah masyarakat sangat senang sekali. Membangun dearah dari pinggiran sesuai Nawacita itu tidak hanya slogan saja. Sudah bisa kita wujudkan meskipun dalam waktu yang bertahap. Kami ucapakan terimakasih kepada PLN sebagai BUMN Hadir untuk Negeri dan juga Kementerian ESDM,” tutur Laura.

Listrik untuk Long Midang disuplai oleh PLTD Krayan Induk dengan daya mampu 450 kW. Berjalan dengan sistem isolated, PLTD Krayan Induk menyuplai listrik 3 Kecamatan, yaitu Krayan Induk, Krayan Timur dan Krayan Barat. Dengan telah masuknya listrik PLN ke Desa Long Midang, maka kini angka beban puncak berkisar pada 210 kW.

“Sampai hari ini, di Long Midang, kami sudah menyambung untuk 166 pelanggan,” sebut Djoko Ddwijatno.

Desa Long Midang sendiri berjarak sekitar 7 km dari PLTD Krayan Induk. Desa Long Midang dapat ditempuh dengan perjalanan udara menggunakan pesawat Nomad milik TNI dari Tarakan dengan waktu tempuh 40 Menit menuju Long Bawan.

Dari Long Bawan perjalanan kemudian dilanjutkan melalui jalur darat dengan jarak tempuh 11 km untuk kemudian sampai di Desa Long Midang.

Seperti halnya pengerjaan proyek di lokasi Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T) lainnya, tantangan terbesar dalam penyelesaian proyek listrik perbatasan ini adalah medan yang berat. Akses dan infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya memadai, membuat mobilisasi mesin dan peralatan membutuhkan tenaga ekstra.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button