HLMetropolis

Ini Pesan Sri Lestari kepada Barkati

Samarinda, DiswayKaltim.com- Terpilihnya Barkati sebagai wakil wali kota Samarinda ternyata menyisakan cerita bagi Sri Lestari, istri mendiang Nusyirwan Ismail. Jabatan wawali baginya cukup penting karena juga berkaitan dengan kebijakan publik.

Sri menjelaskan, proses penggantian tersebut sudah sesuai aturan. Ia pun mengapresiasi terpilihnya Barkati dan berharap dapat bekerja sama dengan Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang menjalankan roda pemerintahan di sisa masa jabat hingga 2021.

Sri menambahkan, wajar jika pemilihan wawali terbilang seksi. Pasalnya, Samarinda merupakan ibu kota provinsi dan pusat pemerintahan. “Samarinda ini ibu kota provinsi, kota yang besar. Maka apapun akan menjadi perhatian baik setiap gerak dan langkah yang diambilnya, termasuk penentuan politis terkait posisi wakil wali kota

Samarinda,” imbuh dia.

Sri menambahkan, posisi wawali adalah jabatan politis dan publik. Sehingga ruang gerak dan kinerjanya pun akan diawasi oleh publik. Posisi wawali pun dianggap menarik karena berkaitan dengan pengganti Jaang setelah paripurna 2021 mendatang.

“Posisi wawali saat ini akan menentukan suksesor siapa yang akan melanjutkan wali kota selanjutnya. Tapi kita kan tahu, politik itu cair bahkan sangat cair. Tidak ada yang tahu seperti apa, apakah akan berjalan atau beubah setiap saat,” katanya lagi.

Memori mendampingi Nusyirwan sebagai wawali selama dua periode kembali terngiang. Kala itu, baik Jaang maupun Nusyirwan masing-masing sudah tahu peran apa yang harus diambil sehingga bisa saling melengkapi.

“Itu kenapa saat periode kedua, Pak Nus masih mau berpasangan dengan Pak Jaang, karena alasan yang paling kuat adalah soal kesepahaman dan kebersamaan dalam visi misi membangun Samarinda,” tuturnya.

Yang paling diingat almarhum Nusyirwan, kata dia, pernah meninggalkan waktu bersama keluarga demi menjalankan tugas. Menurut dia itulah dedikasi.

“Pak Nus  pernah bilang, wawali itu adalah pembantu wali kota dalam tugas. Karena itu jadilah pembantu yang baik untuk wali kota dan jangan pernah melampui batas, karena kita ini hanya pembantu. Begitu kata beliau,” kenangnya.

Kenangan lainnya adalah, Sri menyaksikan sendiri, Nusyirwan berkoordinasi dengan Jaang sebelum menghadap warga. Karena itu jangan heran, tidak pernah ditemukan perselisihan ataupun polemik di depan publik antara keduanya.

“Saya hanya berpesan berkerjalah sesuai tugas dan fungsinya, tinggalkan semua kepentingan dan jalin komunikasi yang baik dengan wali kota, karena sejatinya wawali itu hanya pembantu wali kota. Dan jabatan ini adalah amanah yang akan dimintai pertanggung jawabannya. Kira-kira itu jawaban dari saya,” terangnya. Sri kepada Barkati. (boy/dah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button