AdvertorialMetropolis

IPK Tinggi Tak Cukup Hadapi Tantangan Era Digital

Anggota Senat Stiepan bersama para wisudawan berfoto bersama usai melangsungkan prosesi wisuda di Ballroom Hotel Novotel, Balikpapan, Sabtu (20/7/2019).

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan (Stiepan) kembali meluluskan sebanyak 115 orang sarjana ekonomi angkatan ke- 27 di Ballroom Hotel Novotel, Balikpapan Kota, Sabtu (20/7).

Melalui Sidang Senat Terbuka Stiepan ini, ada lima mahasiswa yang meraih predikat lulusan terbaik dari dua jurusan, yakni manajemen dan akuntansi. Tak hanya itu, prosesi wisuda tersebut juga dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada lima mahasiswa yang berdedikasi dalam pengembangan kampus sejak menjalani perkuliahan.

Baca Juga

Selain dihadiri ratusan orang tua wisudawan, dalam agenda tahunan Stiepan tersebut, juga dihadiri  Walikota Balikpapan Rizal Effendi, Kepala LLDIKTI WIlayah XI : Prof. Dr. Ir. H. Udiansyah, M.S, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar, Prof Dr Abdul Rahman Kadir M.Si dan unsur Forkopimda Balikpapan.

Dalam sambutannya, Ketua Stiepan Drs Santoso SH MH berpesan, agar para wisudawan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah dimiliki sejak menimba ilmu di Stiepan. Apalagi  saat ini, memasuki era revolusi industri 4.0, yang mengharuskan mahasiswa terus berinovasi dengan mengikuti teknologi dan zaman.

Karena menurut Santoso, tak cukup bermodalkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi saja. Kecerdasan emosional menjadi hal yang tidak kalah penting untuk menyongsong zaman serba cepat dan digital ini.

Santoso mengatakan, usai menyandang gelar sarjana para lulusan diharapkan jangan puas dengan hasil tersebut. Karena ini bukan akhir dari pengabdian para wisudawan. Bahkan ini baru dimulai  untuk membuktikan apakah ilmu yang didapat bisa diimplementasikan di dunia kerja dan masyarakat.

“Pertama saya ucapkan selamat kepada sarjana ekonomi muda yang baru, alhamdullilah Stiepan kembali meluluskan para wisudawan muda. Tugas dan tantangan para sarjana muda Stiepan ini sangat berat. Dan jika tidak bisa menjawab seluruh tantangan itu, bukan hanya wisudawan ini yang malu tapi kampus Stiepan sebagai pencetak para sarjana juga ikut malu,” terangnya.

Ia juga menambahkan, menyikapi revolusi industri 4.0 saat ini, pihaknya akan mempersiapkan sistem berbasis IT di Stiepan, dengan mulai menerapkan sistem perkuliahan online (blended learning), pendaftaran mahasiswa baru secara online, pembayaran kuliah hingga daftar kehadiran akan menggunakan sistem fingerprint nantinya.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button