HLMetropolis

Dari 25 CCTV hanya 10 yang Bisa Merekam, Ismansyah: Kita Butuh Revitalisasi

Staf Dishub Samarinda memonitor layar kontrol CCTV di 10 titik. Sayang, 15 titik lainnya dalam kondisi rusak. 

Samarinda, DiswayKaltim.com – Keberadaan CCTV di berbagai sudut kota memiliki fungsi yang amat penting, utamanya demi kenyamanan dan rasa aman warga.

Beberapa hari lalu, dari sumber DiswayKaltim.com, telah terjadi perampokan di kompleks perumahan karyawan Pupuk Kaltim. Di kompleks itu dan kawasan menuju situ, dipasangi beberapa CCTV oleh Pemkot Bontang. Ketika polisi mencoba menghimpun info dari CCTV itu, ternyata CCTV tidak menyimpan gambar apapun.

Baca Juga

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Ismansyah, mengakui bahwa tidak semua CCTV di Samarinda berfungsi dengan baik.

Terdapat 25 CCTV yang dikelola Dishub Samarinda dan terpasang di seluruh persimpangan. Dari angka itu, hanya 10 unit yang berfungsi.

“Di 25 titik itu, semua persimpangan yang ada lampu merahnya ada CCTV dan itu terkoneksi di ruang kendali atau Area Traffic Control System (ATCS),” terang Ismansyah, Jumat (12/7/2019) kepada DiswayKaltim.com.

“Di beberapa persimpangan ada yang sudah rusak. Seperti simpang empat Lembuswana,” ungkapnya.   

Ismansyah menambahkan, 10 CCTV tersebut tidak sekedar terkoneksi di ATCS namun juga bisa merekam semua aktivitas hingga 24 jam. Sehingga petugas teknis di ATCS di kantor Dishub Samarinda Jalan MT Haryono tidak perlu berjaga sampai 24 jam.

Petugas kontrol, kata dia, haya berjaga sampai pukul sembilan malam. Itu pun cukup hari kerja. “Di luar hari kerja tidak ada petugas, tapi CCTV kami merekam, itu kelebihannya. Sayangnya cuma 10 yang berfungsi, sisanya rusak jadi butuh revitalisasi,” sebut Isman.

Keberadaan CCTV sendiri merupakan bagian dari keinginan Samarinda menjadi Smart City, atau kota yang berbasis teknologi dan jaringan. Pemkot Samarinda khususnya Dishub butuh tambahan anggaran untuk perbaikan bahkan penggantian CCTV baru.

“Anggaran keseluruhan belum kami hitung, tapi sampai miliaran untuk revitalisasi atau ganti baru. Karena yang ada usianya lumayan lama, sejak 2008,” beber mantan Kepala Bappeda Samarinda ini.

Tapi ATCS Dishub tidak hanya memantau CCTV milik pemkot saja. 22 CCTV milik Pemprov Kaltim pun terkoneksi di sini. CCTV kepunyaan pemprov itu dipasang di rute yang menjadi jalur nasional atau jalan provinsi.

“Terkoneksi juga di ATCS seperti jalur di bandara APT Pranoto. Cuma itu tidak merekam, hanya live saja. Kalau yang punya kami, bisa merekam,” imbuh Ismansyah. (m3/dah)

Baca Juga:

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button