HLMetropolis

Isran Noor Cari Investor hingga ke London

banner diskominfo kaltim

Samarinda, DiswayKaltim.com – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor, Senin (1/7/2019) akan bertolak ke London, Inggris, menghadiri undangan Bank Indonesia guna menghadiri Indonesia Infrastructure Investment Forum 2019, garapan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Kehadiran orang nomor satu di Benua Etam tersebut untuk mencari investor bagi pengembangan infrastruktur dan pariwisata di Kaltim.

“Kami di undang oleh Gubernur BI untuk menghadiri Indonesia Infrastructure Investment Forum 2019. Disana banyak investor,” kata Isran saat ditemui DiswayKaltim.com di Swiss Bell Hotel, Jalan Mulawarman, Samarinda, Jumat (29/6/2019).

Baca Juga

Tidak hanya Kaltim yang berkesempatan mencari investor di London, menurutnya, daerah yang memiliki peluang besar menggaet para investor luar juga diundang. Seperti Pemprov Jawa Barat, Pemprov Bali dan Pemprov DKI Jakarta.

Dijelaskannya, Pemprov Kaltim merumuskan sejumlah materi dan proyek strategis yang bisa ditawarkan kepada para investor di London. Seperti, penguatan infrastruktur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, dan rute Tol Samarinda – Bontang.

Selain itu, Isran juga berencana untuk mencari investor untuk reklamasi Sungai Karang Mumus (SKM), guna mengurangi banjir yang kerap terjadi di Ibu Kota Kaltim.

“Saya akan mencari investor untuk reklamasi SKM. Karena butuh besar, totalnya sekitar Rp 8 Triliun sampai Rp 10 Triliun,” ungkapnya.

Beberapa contoh proyek pariwisata yang ditawarkan, misalnya investasi di Maratua dan Derawan. Selain itu juga opsi wisata budaya di pedalaman Kalimantan Timur.

Dilansir dari bisnis.com, menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode triwulan I/2019 realisasi investasi di luar Jawa sebesar Rp 85,8 triliun, meningkat 16,7 persen dari periode yang sama pada 2018 sebesar Rp73,5 triliun.

Sumbangan terbesar dari jumlah tersebut berasal dari pariwisata bahari maupun wisata minat khusus. Adapun Kalimantan meraih realisasi investasi sebesar Rp 21,4 triliun atau 11,0 persen yang  terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 12,9 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar US$0,6 miliar.

Lima besar realisasi investasi PMDN dan PMA berdasarkan sektor usaha antara lain, transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp 37,3 Triliun. Sementara itu, listrik, gas, dan air sebesar Rp 33,2 triliun, konstruksi sebesar Rp 19,5 Triliun, perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp 18,8 Triliun, serta pertambangan sebesar Rp 15,1 Triliun.

Lima besar negara asal PMA adalah Singapura sebesar US$ 1,7 miliar, disusul R.R. Tiongkok dengan nilai PMA US$1,2, Jepang senilai US$1,1 miliar lalu Malaysia sebesar US$0,7 miliar dan Hongkong, RRT sebesar US$0,6 miliar. (mic/dah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button