Metropolis

Ngoplas Bersama KPMB, Berbagi Pengalaman di Tanah Rantau

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Kegiatan ngobrol dan ngopi santai alias Ngoplas di Klandasan Coffee, Gedung Klandasan kembali digelar, Minggu (16/6). Kali ini bersama Keluarga Pelajar Mahasiswa Balikpapan (KPMB).

Para anggota KPMB yang hadir, menempuh pendidikan di beberapa kota besar. Yakni Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Malang, Surabaya, Samarinda dan Makassar.

Obrolan sembari merasakan nikmatnya kopi sajian kafe yang berlokasi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman ini tentang pengalaman para mahasiswa asal Balikpapan selama berada di tanah rantauan, tempatnya menempuh masa studi.

Baca Juga

Tiga mahasiswa lebih dulu berbagi pengalaman, khusus tentang apa yang dilakukan KPMB di kota tempat berkuliah masing-masing. Mereka di antaranya Ketua KPMB Samarinda Raden Fauzan, Ketua KPMB Yogyakarta Wildanun Marshus dan Ketua KPMB Makassar Fatturahman.

Christian Frisky Natanael Mantiri, sebagai moderator jalannya obrolan yang dikemas seperti talk show.

“Di Jogja, KPMB memfasilitasi mahasiswa baru dari Balikpapan yang berkuliah di Jogja. Misalnya membantu mencarikan kos-kosan. Kemudian kalau secara eksistensi KPMB, anak-anak Balikpapan bisa dibilang jadi ujung tombak penggerak kegiatan KPMKT (Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur),” kata Wildanun.

KPMB di Makassar juga tak kalah aktifnya dengan yang di Jogja. Mereka aktif dalam kegiatan-kegiatan mahasiswa di Makassar. Salah satu tujuannya memperkenalkan budaya.

“Memperkenalkan budaya dengan aktif di kegiatan mahasiswa. Kalau ada calon mahasiswa dari Balikpapan bisa stay di asrama kami. Kemudian kami juga aktif menggelar aksi sosial,” ujar Fatturahman.

Sementara KPMB Samarinda, juga aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti penggalangan dana untuk korban bencana. “Kalau di Samarinda, kita aktif dalam kegiatan sosial. Penggalangan dana untuk korban bencana,” beber Fauzan kepada DiswayKaltim.com

Salah satu mahasiswa asal Balikpapan yang berkuliah di Surabaya juga menceritakan pengalamannya. Menurutnya, ada perbedaan kultur antara Balikpapan dengan kebiasaan mahasiswa di Jawa, khususnya Surabaya.

“Di Surabaya banyak diskusi. Tiap hari ada diskusi. Mimbar-mimbar bebas juga, kesenian juga. Kalau di Balikpapan, itu jarang ditemukan,” katanya.

Ada juga di antara mereka yang hadir sering merasa kangen pulang ke Balikpapan. Karena suasana dan makanan-makanan maupun jajanan khas Balikpapan.

“Jangan pernah berhenti mencintai Balikpapan, dengan segala kelebihan dan kekurangannya,” kata Christian mengakhiri Ngoplas Minggu (16/6) tersebut.

Ngoplas merupakan wadah diskusi yang diinisiasi Klandasan Coffee. Tujuannya untuk menumbuhkembangkan kultur diskusi hal positif khususnya kepada para pemuda.

“Harapannya, ini bisa menjadi ruang diskusi bagi para pemuda. Difasilitiasi Klandasan Coffee, tempatnya gratis,” kata Christian, yang juga bagian dari Klandasan Coffee. (ari/dah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button