BalikpapanMetropolis

Baru Saja Mulai, Program BPJS-Kes Gratis Balikpapan Dikeluhkan Warga

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Program gratis iuran BPJS Kesehatan belum sepenuhnya efektif. Program yang semestinya mulai berjalan sejak awal Oktober itu, dikeluhkan warga lantaran ada sebagian orang yang masih membayar iurannya sendiri.

Anggota Komisi II DPRD Balikpapan Syukri Wahid mencatat setidaknya ada empat orang warga penerima manfaat program gratis iuran BPJS-Kes yang mengadu padanya masih membayar sendiri iuran bulanan secara mandiri atau autodebet, karena takut didenda setelah mendapat notifikasi dari aplikasi MobileJKN.

Notifikasi itu diterima warga sejak tanggal 5 Oktober. Kemudian notifikasi kedua diterima warga tanggal 10. Bunyinya; jika Anda tidak membayar maka akan didenda.

“Saya mendapatkan empat orang yang notifikasinya muncul bahwa kalau tidak membayar akan didenda. Artinya dia takut dan membayar mandiri padahal APBD sudah menyiapkan anggaran,” ujarnya, Jumat (15/10/2021).

Jika hal tersebut terjadi, kata dia, maka kejadian itu adalah tanggung jawab BPJS Kesehatan bersama dinas terkait. Lantaran Badan Anggaran (Banggar) DPRD Balikpapan sudah menyetujui dan mengesahkan penganggaran program iuran BPJS-Kes gratis mulai Oktober, November hingga Desember 2021.

“Jangan sampai dianggap prank. Dianggap sudah mulai Oktober mulai, ternyata verifikasi belum. Artinya ada yang tidak membayar dan BPJS mempinalti dengan denda,” terangnya.

Syukri mengimbau agar warga yang sudah terlanjur membayar sendiri iuran bulanannya, padahal warga tersebut bagian dari kelompok penerima manfaat program tersebut, menyimpan bukti kwitansi pembayarannya.

“Itu nanti yang akan kita konfirmasi. Kalau kita sudah membayar, kemudian ternyata ada uang APBD, berarti kita (pemerintah bersama pihak terkait) harus ganti rugi uang warga yang sudah terlanjur autodebet atau dibayar manual,” terangnya.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button