Pemkot Balikpapan segera Pangkas Tanjakan Global Sports, Ini Penjelasannya

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Pemkot Balikpapan berencana memangkas tanjakan Global Sport serta menambah dimensi drainase di kawasan Kantor Kelurahan Damai selebar 3 meter. Ada apa ini, Ces?

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan Balikpapan masih menjadikan penanggulangan banjir sebagai program kerja prioritas. Selain menyicil pekerjaan DAS Ampal, dua titik banjir di kawasan MT Haryono juga akan dikerjakan dalam waktu dekat.

Titik banjir yang berada di seputaran Jalan MT Haryono kian hari kian meresahkan. Setidaknya ada dua titik genangan yang paling cepat muncul di kala hujan. Yakni di cekungan Global Sport dan di depan kantor Geoservis.

Kepala DPU Balikpapan Andi Yusri Ramli memastikan, pemkot telah menginventarisasi cekungan Global Sport sebagai titik banjir yang akan ditangani melalui penganggaran skema tahun jamak 2021-2023.

“Global Sport di kawasan MT Haryono itu memang mudah sekali tergenang kalau hujan,” ujarnya, Minggu (26/9).

Dalam waktu dekat, DPU berencana mengatasi genangan air di kawasan tersebut dengan membangun gorong-gorong besar, menggunakan box culvert, yakni beton bertulang besi yang biasanya berbentuk segi empat dan memang digunakan pada konstruksi saliran air.

Rencana itu akan dipadukan dengan upaya memperbaiki level tanjakan badan jalan. Lantaran cekungan Global Sport berada di antara dua perbukitan.

“Jadi sekaligus memperbaiki level tanjakan Global yang akan kita pangkas ketinggiannya. Otomatis ketajaman tanjakan akan berkurang,” urainya.

Adapun perkiraan anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 30 miliar. Dimulai dengan memanfaatkan penganggaran yang ada dulu, yakni dari Rp 5 miliar yang sudah dialokasikan dalam APBD Perubahan 2021.

Selain itu, kawasan MT Haryono lainnya yang disoroti adalah saluran drainase di depan kantor Geoservis, persis di samping kantor Kelurahan Damai, Balikpapan Kota.  Khusus untuk kawasan tersebut juga akan dikerjakan DPU tingkat I.

“Kemarin sudah dikerjakan tapi belum selesai. Dia nanti arahnya (perbaikan drainase) ke hulu (DAS Ampal),” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dia terima, DPU Pemprov Kaltim akan melanjutkan pekerjaan pengangkatan sedimentasi dan pembangunan drainase aliran air di situ, sepanjang sekitar 200 meter.

Ia menyebut pemerintah sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dan perusahaan yang ada di kawasan tersebut, supaya tidak mempermasalahkan pengerjaan lanjutan drainase tersebut.

“Kita sudah bantu sosialisasi supaya masyarakat tidak mempermasalahkan dimensi yang kita buka. Karena otomatis lahan milik mereka kena,” katanya.

Dari hasil sosialisasi antara DPU Pemprov Kaltim bersama Kelurahan Damai, disebutnya bahwa warga sudah memahami lahannya akan terimbas pelebaran dimensi aliran air. Dari yang sebelumnya selebar 4 meter, akan ditingkatkan menjadi 7 meter.

Rencananya peningkatan dimensi itu akan mengenai sisi lahan warga dan bukannya bahu jalan. “Supaya pohon-pohon yang ada di pinggir jalan juga bisa bertahan,” katanya.

Meski sudah setuju, namun warga sekitar disebut meminta agar pemerintah melakukan perbaikan properti milik mereka jika pekerjaan sudah selesai.

“Ada juga yang memberi penekanan bahwa setelah pengerjaan, kondisi jembatan dan pagarnya dikembalikan seperti semula,” pungkasnya. (ryn/ava)

Leave A Reply