Aglomerasi Bikin Balikpapan Susah Turun Level PPKM

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Setelah indikator vaksinasi terbantahkan dengan data Balikpapan sudah lebih dari 50% vaksinasi, kini muncul alasan lain. Daerah ini belum turun level karena aglomerasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan, Andi Sri Juliarty menyebut indikator aglomerasi, kepadatan penduduk dan cakupan vaksinasi merupakan indikator yang masuk dalam penilaian pemerintah pusat.

Indikator di luar sektor kesehatan itu disebutnya baru diterima Pemkot Balikpapan, setelah rapat virtual terakhir dengan Satgas COVID-19 Nasional yang kemudian disampaikan melalui siaran pers pada 20 September lalu.

“Kalau aglomerasi kita nggak bisa apa-apa. Karena Balikpapan memang daerah perlintasan orang sebagai pintu gerbang Kaltim, berbatasan dengan banyak kabupaten/kota lainnya,” ujarnya, dilansir Disway Kaltim, Jumat (24/9).

Menurutnya, hal itu juga berlaku bagi wilayah Kutai Kertanegara (Kukar) yang saat ini masih berada di Level 4. “Kukar juga demikian, banyak sekali pekerja tambang bolak balik dari luar daerah di sana. Kukar juga berbatasan dengan lebih banyak Kabupaten/kota lain,” urainya.

Artinya, Balikpapan tak bisa turun level karena kepadatan penduduk?

Jubir Satgas COVID-19 Balikpapan itu hanya menyebut masih rutin mengirim data terbaru kepada pusat. Termasuk kondisi harian penanganan COVID-19. “Data itu dikaji di pusat, jadi sepertinya banyak pertimbangan lain (kebijakan PPKM) selain indikator kesehatan,” katanya.

Menurutnya indikator kesehatan di Balikpapan sudah tercapai. Sekarang tinggal mempertahankan capaian itu dan mengupayakan langkah antisipasi supaya tidak terjadi kenaikan kasus positif lagi.

Sementara itu Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait penentuan kebijakan pembatasan dengan selalu mengupdate data kasus harian.

“Tunggu tanggal 2 (Oktober) nanti. Tapi dalam minggu-minggu ini kita komunikasikan, kita kasih data bahwa sesungguhnya level kita itukan sudah bisa dikatakan turun dari level empat,” katanya.

Adapun selama perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 akan berlangsung sampai 4 Oktober mendatang.

Pemkot masih melakukan beberapa pembatasan antara lain membatasi jumlah pengunjung yang datang ke tempat-tempat destinasi wisata sekitar 25 persen dari kapasitas tempat.

“Bioskop jangan dulu lah. Alasannya kita masih level 4. Jadi sesuai instruksi juga kita tetap menjaga. Walaupun kita tahu bahwa kondisi sebenarnya di Balikpapan sudah bisa dikatakan turun levelnya,” ujar Ketua Satgas COVID-19 Balikpapan itu.

Ia menilai ada baiknya pembatasan masih diterapkan di Kota Beriman. Hal itu agar masyarakat tidak langsung mengendurkan disiplin prokes yang selama ini dinilainya sudah berjalan dengan baik.

“Tapi lihat sendiri kan, bahwa aktivitas masyarakat sebenarnya tidak dibatasi kok,” katanya.

Selain itu, Satgas COVID-19 Balikpapan juga disebutnya masih mengupayakan agar seluruh wilayah per kecamatan sudah bebas dari zona merah.

Seperti Balikpapan Utara disebut menjadi salah satu wilayah yang masih masuk dalam zona merah. “Kalau kita lihat dari petanya itu (zona merah) yang terkonfirmasi di atas 50 kasus,” katanya.

Satgas memberikan perhatian khusus bagi wilayah yang masih masuk dalam zona merah dengan menggencarkan edukasi  pentingnya protokol kesehatan (prokes).

Sosialisasi itu perlu disampaikan melalui jajanan satgas di tingkat kecamatan dan kelurahan sampai ke tingkat RT. *RYN

Leave A Reply