Pemkot Balikpapan Mulai Bebaskan Lahan DAS Ampal

Balikpapan, nomosatukaltim.com – Pemkot dan DPRD Balikpapan sepakat untuk mulai membebaskan lahan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal, tahun ini. Komitmen Pemkot dalam menanggulangi banjir ditandai dengan disetujuinya penganggaran skema tahun jamak atau multiyears yang terfokus pada pengerjaan infrastruktur DAS Ampal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan Andi Yusri Ramli menyebut prioritas pembebasan lahan dimulai dari lahan milik H Kastani yang ada disekitar Jalan MT Haryono.

“Di dekat jembatan PDAM. Itu kan patoknya di situ,” ujarnya, Jumat (17/9/2021).

Ada tiga aliran air yang melalui kawasan lahan milik warga tersebut. Antara lain aliran yang bersumber dari kawasan di perbukitan milik Inhutani. Kemudian aliran air sekunder dari kawasan Perumahan Balikpapan Baru. Serta aliran primer DAS Ampal. Ketiga aliran ini bermuara di lahan milik Astani tersebut.

Lahan seluas sekitar 300 meter persegi itu disebut-sebut menjadi penghambat aliran air menuju Teluk Balikpapan. Sehingga perlu dibebaskan lahannya, dikeruk cukup dalam dengan harapan bisa mengalirkan air dengan lancar.

“Kita ada Rp 5 miliar. Kita akan coba hitung pembiayaan di situ berapa, sisanya nanti kami mungkin akan coba tindak lanjuti rencana pembebasan 10 hektare,” katanya.

Pembebasan lahan seluas 10 hektare untuk normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal, berlokasi di Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah tepatnya seberang Pasar Segar rencananya akan dibangun bendali.

Yusri menyebut awalnya DPU mengajukan anggaran senilai Rp 44 miliar. Namun karena proses evaluasi kebutuhan anggaran, DPU hanya mendapat sementara Rp 5 miliar.

“Yang hulu (DAS Ampal) nilainya (kebutuhan anggaran) besar. Tapi dari 5 miliar ini kami bisa memulai pembebasan lahan Pak Kastani, sebagai membuka jalan,” terangnya. 

Ia menyebut DPU harus bisa menggarap lahan sekitar 300 meter persegi milik warga tersebut. Karena selama ini menjadi biang macetnya aliran air. Kalau bisa segera ditangani dalam waktu dekat, maka pada 2022 nanti pihaknya sudah bisa melakukan pengerukan di daerah sumbatan air tadi.

“Saya yakin akan ada perubahan dari kondisi yang saat ini mudah sekali tergenang, di MT Haryono dan Beller. Mungkin bisa mengurangi lah,” urainya.

Rencana normalisasi DAS Ampal, disebutnya sebagai proyek tahun jamak infrastruktur yang akan berjalan selama tiga tahun dengan anggaran senilai sekitar Rp 150 miliar. Nah, anggaran senilai Rp 5 miliar tadi sebenarnya merupakan anggaran yang dikucurkan untuk APBD Murni 2022. Untuk pembebasan lahan, Yusri menyebut memerlukan anggaran mencapai sekitar Rp 300 miliar.

Pada 2022, kata dia, penganggaran sudah dilakukan. Sehingga DPU tinggal menjalankan programnya saja. “Jadi simultan nanti, proses lahan kita tetap jalan, pekerjaan fisik untuk multiyears-nya juga jalan,” pungkasnya. (ryn/ava)

Leave A Reply