BalikpapanLaporan Khusus

Ada Dugaan Permainan Yunan di Kasus Pailit Pelangi

Inri Rawis. 

===========

 

Baca Juga

KETUA Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Kalimantan (YLPKK) Balikpapan, Inri Rawis, menduga ada permainan dalam kasus pailit PT Pelangi Putra Mandiri dan Yunan Anwar, pemilik perusahaan pengembang perumahan tersebut.

Tindakan persekongkolan itu diduga dilakukan oleh PT Pelangi Putra Mandiri dengan pihak kontraktornya. Inri menyimpulkan dugaan siasat jahat itu lantaran adanya kejanggalan dalam proses permohonan pernyataan pailit terhadap PT Pelangi Putra Mandiri dan Yunan Anwar.

Menurutnya, pihak yang mengajukan permohonan pernyataan pailit adalah bagian dari kontraktor yang diduga juga anak buah Yunan Anwar.

“Kalau kita lihat prosesnya, pemohonnya itu adalah bagian daripada kontraktor. Tapi ada segelintir cerita bilang kalau kontraktor itu adalah anak buahnya Pelangi,” ujarnya, Jumat (21/2) saat ditemui di rumahnya di kompleks Pelangi Sawit Residence.

Dugaan permainannya itu, karena nanti jika terjadi pelelangan aset PT Pelangi, maka kontraktor pemohon untuk mempailitkan Pelangi menjadi prioritas ketiga dari hasil lelang. Prioritas pertama adalah para pekerja. Kemudian kedua pajak negara. Nah, jika kemudian hasil lelangnya besar, maka semua piutang bisa dibayarkan penuh. Dengan pengajuan pailit ini, ada dugaan PT Pelangi melalui kontraktornya itu ingin mendapatkan jatah dari pelelangan tersebut.

Dia menjelaskan, yang terjadi pada PT Pelangi Putra Mandiri ini adalah ketidakmampuan pengembang perumahan itu untuk menyelesaikan kewajibannya pada bank. Sebab, kata dia, pihak pengembang dalam proses pembangunannya dibiayai oleh bank. “Akhirnya kan kasus ini jadi kredit macet,” imbuhnya.

1 2Laman berikutnya

One Comment

  1. Saya INRI RAWIS, saya tidak pernah di wawancarai terkait pemberitaan ini dan saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan apun terkait berita pailitnya PT.PELANGI PUTRA MANDIRI (YUNAN ANWAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button