Gaya Unik Isran Gojlok Mental Atlet Sebelum ke PON

Seorang pria yang mengenakan setelan atasan dan topi kuning, berpadu dengan celana kain berwarna hitam. Berdiri sigap di hadapan ratusan orang dengan kostum serupa. Dari balik masker putihnya, pria itu membakar semangat di pagi yang hangat. Antusiasme hadirin seketika meledak, ketika pria bernama Isran Noor itu bilang, bahwa Kaltim bisa menjadi juara 3 PON XX Papua!

OLEH: AHMAD AGUS ARIFIN

BUKAN main. Gubernur Kaltim Isran Noor kembali menunjukkan kepiawaiannya membuat mind games. Di hadapan ratusan kontingen Kaltim untuk PON Papua. Ia berhasil mengacak-acak pikiran para atlet.

Permulaan sambutannya langsung mengarah ke soal bonus. Sesuatu yang lazim dilakukan kepala daerah ketika melepas kontingen olahraga. Namun Isran bukan menjanjikan sejumlah uang jika atlet berhasil mempersembahkan medali. Ia justru meminta siapa pun orang di hadapannya untuk pulang ke rumah dan tak perlu membawa panji Kaltim di PON. Jika di pikiran mereka hanya hitung-hitungan bonus.

“Berjuang lah tanpa berharap bonus. Saya suka terhadap orang yang berjuang dengan tidak berharap bonus. Karena bonus akan datang dengan sendirinya,” ujar Isran yang disambut muka tegang para atlet.

“Memangnya Pak Wali Kota (dan bupati) gak punya duit? Banyak duitnya. Tinggal datangin aja ke kantor atau rumah pribadinya,” lanjut Isran yang kemudian dibalas tawa dan tepuk tangan meriah dari hadirin.

Isran seolah meyakinkan bahwa pemerintah daerah pasti menyediakan anggaran untuk bonus. Apabila para atlet berhasil meraih medali yang mengatrol peringkat Kaltim di klasemen PON. Meski belum jelas berapa angka yang akan didapat, paling tidak atlet bisa memahami bahwa Kaltim yang mereka bela ini, bukan daerah yang suka abai terhadap bonus prestasi.

“Jadi semangat. Itu terpenting, semangat, jangan kendor!” Kembali Isran menegaskan ucapannya. Riak-riak senyum mulai tampak di paras para atlet.

Namun tahu kah, ucapan Isran di atas baru lah set up dari sebuah unit percakapan. Ia belum sampai intinya. Yang barusan, adalah pengantar sebelum ia mengutarakan kalimat pamungkasnya.

“Kalau saudara enggak punya semangat. Belum apa-apa sudah lemah bulu. Ya sudah, pulang saja!” Boom. Para atlet terhenyak, meski beberapa ada yang masih tersenyum tipis.

Rupanya Isran tidak menyiapkan set up untuk melepas punchline. Namun untuk memelintir mental atlet lewat permainan otak tadi. Dengan kalimat penegas seperti itu, atlet mana yang masih membayangkan lembaran uang sepulang dari PON.

Penggojlokan mental tak berhenti sampai di situ. Lain soal bonus, lain pula soal target. KONI Kaltim sebelumnya sudah menegaskan bahwa ambisi mereka ke Papua adalah untuk menjadi yang terbaik di luar Big Four Pulau Jawa. Yakni DKI Jakarta, Jabar, Jateng, dan Jatim.

Target itu sudah dihitung-hitung. Pun sudah seperti menjadi kesepakatan tidak resmi para kontingen. Bahwa tujuan di PON kali ini tak lain tak bukan, adalah membawa ratusan medali dan menjadikan Kaltim sebagai daerah peraih peringkat kelima. Itu.

Target lima besar kali ini memang tak mudah. Selain Big Four, Kaltim harus menghadapi tuan rumah Papua. Yang sudah mewanti-wanti seluruh kontingen se-Tanah Air. Kalau mereka tak sekadar jadi daerah penyelenggara saja. Papua mau berperingkat besar tahun ini.

Maka, untuk menempati 5 besar. Kaltim harus menggeser 1 di antara Big Four, atau Papua. Yang diprediksi akan melakukan segala cara untuk memenuhi ambisi mereka.

Isran tahu betul soal itu. Karena memang berkali-kali ia mendapat laporan dari KONI Kaltim. Perihal jumlah kontingen, biaya perjalanan, hingga target medali dengan tetek bengeknya.

Tapi sekali lagi, bukan kebiasaan Isran kalau hanya berbicara normatif. Ia, antara bergurau, sekadar membakar semangat, atau serius. Bilang kalau Kaltim dilihatnya masih memungkinkan menempati posisi tiga besar.

“Saya perkirakan dan punya harapan besar kita bukan juara lima, tapi bisa juara tiga. Paling tidak itu, bahkan kalau bisa harus  juara dua. Karena kita ini juga wilayah timur.”

“Kita pernah jadi tuan rumah dengan posisi tiga. Lalu di PON selanjutnya kita posisi lima. Artinya, di luar Pulau Jawa, Kaltim diperhitungkan.”

“Jadi berbahagia lah dan berbangga lah dengan prestasi kita selama ini. Bayangkan di Jawa 60 persen penduduk Republik Indonesia. Nah kita di luar Pulau Jawa, Sumatera, Bangkabelitung, Riau, Kalimantan, Sulawesi sampai NTB, Bali adalah sisanya. Ini yangharus dijadikan pemicu dan semangat untuk berjuang di Papua.”

“Jangan berburuk sangka pada tuan rumah Papua, enggak boleh itu. Karena dia tuan rumah lalu apa pun akan dilakukan. Tidak begitu. Tetap lah berjuang. Dan yakin bisa kita lakukan,” ujar Isran antusias.

Menutup sambutannya, Isran berencana mentransfer ilmu kanuragan yang ia punya. Agar para atlet punya semangat ganda di Papua. Yang tentunya, itu hanya lah bercanda.

“Andaikan saya punya energi khusus yang bisa buat tambahan semangat kalian, pasti saya kasihkan.”

“Tapi saya ora (tidak) punya,” tutup Isran yang disambut gelak tawa dan tubian tepuk tangan yang paling meriah.

*

Terpisah, Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya menyampaikan optimismenya untuk mendapat hal besar di Papua nanti. Pasalnya, kontingen Kaltim sudah melakoni sejumlah persiapan penting dan berjenjang sejak tahun 2020. Bermuara pada pemusatan latihan daerah (Puslatda) alias pelatihan terpadu. Yang diselenggarakan di beberapa daerah di Kaltim (menyesuaikan venue latihan) selama 3 bulan terakhir. Dengan beberapa pekan terakhir, semua cabor sudah menjalani latihan tanding (try out) domestik sebelum bertarung di Bumi Cendrawasih.

“Dalam persiapan menyambut PON XX Papua, KONI Kaltim telah melaksanakan TC Sentralisasi bagi atlet dan pelatih selama tiga bulan. Kegiatan tersebut berpusat di Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Berau,” ungkapnya.

Selain para kontingen, Kaltim juga akan menerjunkan puluhan orang lainnya sebagai perangkat pertandingan. Tentunya ini merupakan sebuah kehormatan bagi Kaltim di bidang olahraga. Karena secara tidak langsung, kualitas SDM yang Kaltim punya, sudah diakui untuk memimpin laga-laga bertaraf nasional.

“Kami juga melaporkan, bahwa terdapat  53 wasit Kaltim yang dipercaya jadi wasit dalam PON. Terima kasih kepada pemprov yang telah mendukung selama masa persiapan,” pungkasnya.

TENTANG KALTIM DI PON PAPUA

  • Di babak kualifikasi; Pra PON 2019, Kaltim menempati peringkat 4 nasional (Papua tidak ikut). Dengan perolehan 47 emas, 59 perak, dan 54 perunggu. Benua Etam finis di bawah Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
  • Dari Pra PON, Kaltim meloloskan 437 atlet ke putaran final PON Papua ke-20. Dengan rincian 326 atlet masuk zona medali, 111 atlet masuk zona peringkat.
  • Ketentuan atlet yang lolos ke putaran final adalah mereka yang menembus 6 besar di babak kualifikasi. 3 besar adalah zona medali. Peringkat keempat hingga keenam disebut zona peringkat.
  • Selanjutnya, setiap daerah bebas menentukan akan memberangkatkan berapa atlet. Apakah kesemuanya, atau hanya mengirim atlet dari zona medali saja.
  • Pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Kaltim 2019, Gubernur Isran Noor memutuskan untuk hanya mengirim atlet dari zona medali saja.
  • Data per Januari 2020, jumlah atlet Kaltim yang akan berlaga di Papua sebanyak 319 atlet untuk 32 dari 37 cabor yang dipertandingkan.
  • Alasan mengirim zona medali erat kaitannya dengan biaya perjalanan, akomodasi, dan konsumsi selama di Papua yang relatif mahal.
  • Seiring berjalannya masa persiapan, Kaltim menambah keikutsertaan dengan memasukkan beberapa nama dari peraih zona peringkat Pra PON 2019.
  • Jumlah atlet terkini yang berangkat ke Papua adalah sebanyak 370 atlet.
  • Jumlah kontingen Kaltim bertotal 720 orang. Di luar atlet, terdapat  99 pelatih, ofisial teknik  15 orang, manajer 36 orang, lalu ofisial kontingen 200 orang.
  • PON XX Papua 2020 harusnya digelar mulai 2 Oktober 2020. Namun karena pandemi, pemerintah pusat menunda PON selama setahun.
  • Puslatda KONI Kaltim tahun ini hanya dilangsungkan 3 bulan, dari idealnya 6 bulan jelang PON. Hal ini disebabkan pandemi dan kebijakan pemerintah soal pembatasan.
  • Tak satu pun cabor dari Kaltim yang menjalani Training Center di luar negeri. Lazimnya, semua cabor akan menjalani masa persiapan akhir di negeri orang. Menyesuaikan di mana pusat kekuatan dunia dari masing-masing cabor.
  • Kaltim menaruh target finis di posisi 5 besar pada PON tahun ini.

Leave A Reply