KaltaraTarakan

Penanganan COVID-19 libatkan LSM dan Ormas

TARAKAN, DISWAY – Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kaltara Teguh Setyabudi menjadi salah satu narasumber pada Webinar Series COVID-19, Rabu (21/10) sore.

Dalam webinar itu, banyak dikupas mengenai Surat Edaran (SE) Mendagri No. 440/5538/SJ, yakni mengenai kemitraan antara pemda dengan LSM dan ormas dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 di daerah.

Secara garis besar, lewat SE itu pemerintah daerah diminta bekerja sama dengan pihak lain dalam penanganan pandemik COVID-19. Salah satunya, LSM atau organisasi kemasyarakatan.

Kerja sama dapat dilakukan dengan melalui skema swakelola tipe 3, dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Swakelola tipe 3, adalah cara memperoleh barang dan jasa yang direncanakan dan diawasi oleh kementerian atau lembaga, maupun perangkat daerah dan dilaksanakan oleh ormas. Skema tersebut, diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018.

Baca Juga

Kerja sama pemda dengan LSM dan ormas, dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan penanganan COVID-19, dengan memberdayakan kompetensi yang dimiliki oleh LSM dan ormas.

Harapan lainnya, juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pencegahan dan penanganan COVID-19. Dengan demikian, upaya penanganan dapat dipastikan sampai ke level terbawah.

Terkait hal ini, Teguh mengatakan bahwa sebagai provinsi termuda, kapasitas fiskal Kaltara tak besar. APBD sekitar Rp 2,8 triliun, lalu ada refocusing dan realokasi untuk percepatan penanganan COVID-19. Totalnya sekitar Rp 116 miliar.

“Untuk pelibatan LSM dan ormas, sebelum SE Mendagri 440, strategi yang dilakukan adalah hibah. Saat ini, ada 500-an ormas dan LSM di Kaltara, baik yang tercatat di Kemendagri maupun Pemprov, juga sektoral. Namun, setelah diverifikasi, hanya sedikit yang berhak menerima hibah,” tuturnya.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button