Kaltara

Dua Hektare Lahan Terbakar di Kampung Tanjung Batu

“Kami berharap masyarakat untuk tidak membuang puntung rokoknya sembarangan, atau menyalakan api di lahan kemudian ditinggalkan,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, Tekad Sumardi mengatakan, kemarau di Kabupaten Berau mengalami puncaknya pada Agustus mendatang.

Untuk itu dirinya meminta kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada terkait potensi kebakaran, tidak hanya terhadap Karhutla, melainkan juga bangunan rumah.

Baca Juga

“Hati-hati karena puncak kemarau terjadi Agustus nanti, karena potensi kebakaran selama musim kemarau cukup tinggi,”jelasnya.

Ketika ditanya apakah ada pencemaran udara akibat terjadinya karhutla, dirinya mengatakan, sejauh pengamatan pihaknya, bahwa belum ada tanda-tanda kabut asap terpantau di langit Berau.

“Sejauh ini masih normal. Untuk kabut yang diakibatkan asap juga tidak terlihat. Ya harapan kita, tidak sampai terjadi,” pungkasnya. (*/zza/app)

Laman sebelumnya 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button